nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Minahasa Selatan yang Batal Jadi Menteri Pernah Diperiksa KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 15:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119738 bupati-minahasa-selatan-yang-batal-jadi-menteri-pernah-diperiksa-kpk-6DxF3py6W0.jpg Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu (Facebook)

JAKARTA - Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Tetty Paruntu yang datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019), jelang diumumkan Kabinet Kerja Jilid II, pernah diperiksa KPK. Dia diperiksa sebagai saksi di kasus korupsi politikus Partai Golkar Bowo Sidik ‎Pangarso.

Tetty Paruntu yang juga kader Golkar datang ke Istana hanya bertemu Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Dia tak bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sehingga dipastikan bukan termasuk calon menteri yang dipanggil.

“Karena tidak bertemu dengan Presiden jadi bukan (calon menteri),” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin kepada wartawan.

Namun, yang menarik Tetty Paruntu datang ke Istana mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sama dengan para calon menteri lain yang dipanggil Jokowi hari ini.Tetty Paruntu

Nama Tetty Paruntu sebelumnya sempat jadi sorotan saat dipanggil KPK untuk diperiksa dalam kasus suap dan gratifikasi Bowo Sidik ‎Pangarso, eks anggota DPR RI dari Golkar pada pada 26 Juni 2019.

Pemeriksaan itu untuk mendalami proses penganggaran revitalisasi empat pasar di Minahasa Selatan periode 2017-2018 sekaligus hubungannya dengan Bowo Sidik Pangarso alias BSP.

Baca juga: Bupati Minahasa Selatan Gagal Jadi Menteri karena Tak Bertemu Jokowi

"Pengetahuan-pengetahuan saksi terkait dengan misalnya pengajuan proposalnya bagaimana, pengurusan anggarannya, hubungan dengan tersangka BSP seperti apa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat itu.

Tetty Paruntu juga pernah dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Bowo Sidik Pangarso di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada ‎Rabu 2 Oktober 2019.

Di depan majelis hakim saat itu, Tetty Paruntu menyangkal pernah bertemu Bowo Sidik Pangarso di Cilandak Town Square maupun di Plaza Senayan, Jakarta seperti pengakuan Bowo di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dia juga membantah pernah menitipkan sesuatu untuk Bowo Sidik Pangarso melalui orang lain.

"Tidak pernah," katanya.

Jaksa penuntut sempat mencecar Tetty Paruntu soal pengajuan proposal revitalisasi pasar di Minahasa Selatan ke Kementerian Perdagangan yang dibantu oleh Bowo Sidik Pangarso yang saat itu menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.

Jaksa yang tak puas dengan jawaban meminta Tetty Paruntu menjawab dengan jujur. “Jika tidak memberi keterangan benar, maka ancaman pidana tiga tahun," kata jaksa.

Dalam berkas dakwaan, Bowo Sidik Pangarso disebut pernah menerima uang Rp300 juta di Plaza Senayan pada 2018 dan Rp300 juta di salah satu restoran di Cilandak Town Square.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini