nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Diharapkan Pilih Menteri yang Mewakili Kebhinekaan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 15:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119715 jokowi-diharapkan-pilih-menteri-yang-mewakili-kebhinekaan-8Ly4fzIF8D.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone.com/Arief)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini memanggil sejumlah tokoh yang bakal menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

Karena itu, Jokowi dinilai perlu memilih menteri yang memiliki kompetensi dan mewakili keberagaman di Indonesia. Dengan begitu, program pembangunan nasional akan semakin cepat terealisasi.

"Dengan memilih menteri yang memang memiliki kompetensi dan mewakili kebinekaan di Indonesia akan mengakselerasi pembangunan nasional," kata Direktur Eksekutif Al Wasath Institute Faozan Amar dalam siaran pers yang diterima, Senin (21/10/2019).

Hal itu dikatakan Faozan dalam diskusi publik bertajuk 'Basis Spiritual Sukses Studi; Bersiap Memimpin Negeri'. Acara ini diselenggarakan Al Wasath Institute bekerjasama dengan BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Presiden Jokowi (Foto : okezone.com/Arief)

Faozan menuturkan, Jokowi-KH Ma'ruf Amin merupakan pemimpin nasional yang dipilih secara legal-konstitusional melalui pemilihan umum (Pemilu). Karenanya, kepemimpinan saat ini mesti didukung dan diingatkan dengan baik jika ada yang keliru.

"Karena dipilih secara legal konstitusional, maka kewajiban bersama untuk mendukung, dan jika ada keliru harus diingatkan dengan cara yang baik," ucapnya.

Baca Juga : Gerindra Tegaskan Tak Pernah Mengejar Kursi Menteri ke Jokowi

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan gerakan spiritualitas agama adalah upaya sistematis dalam rangka menciptakan kepribadian yang kokoh yang bersumber pada nilai-nilai luhur.

"Ada tiga misi nubuwah yang harus di pahami oleh para pemimpin, yaitu humanisasi, liberasi, trasendensi. Menegakkan kepemimpinan itu sesungguhnya adalah melanjutkan visi kenabian, dan ini berlaku sepanjang masa" ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini