nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK ke Ma'ruf Amin: Tugas Wapres Tak Mudah, Kekuatannya Ada di Hasil Rapat

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 21 Oktober 2019 12:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 21 337 2119633 jk-ke-ma-ruf-amin-tugas-wapres-tak-mudah-kekuatannya-ada-di-hasil-rapat-3tlnyK072M.JPG Jusuf Kalla dan Wapres Ma'ruf Amin usai sertijab di Istana Wapres (Foto: Biro Pers Setwapres RI)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) periode 2014-2019, Jusuf Kalla (JK) melakukan serah terima memori jabatan dengan Wakil Presiden periode 2019-2024, KH Ma'ruf Amin. JK menyampaikan kepada Ma'ruf bahwa tugas wapres tidaklah mudah. Menurut JK kekuatan seorang wapres ada di hasil rapat.

"Tugas wakil presiden memang tidak mudah karena kekuatan kita hanya hasil rapat. Kalau Presiden ada Perpres, menteri ada Kepmen, (tapi) tidak ada Kepwapres gitu kan," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

"Jadi yang ada adalah suatu cara membantu presiden dan juga bagaimana kekuatan itu hasil rapat, notulen rapat. Juga memang cara kepemimpinan Pak Jokowi itu ialah kolegial, kolektif, artinya semua keputusan diambil dalam rapat juga," sambungnya.

Maruf Amin dan JK

JK dan Ma'ruf Amin lakukan sertijab Wapres (Foto: Setwapres RI)

JK meminta kepada Ma'ruf untuk melanjutkan program dirinya yang baik. Sedangkan yang tidak baik tidak perlu dilanjutkan. "Karena itu wapres diharapkan mengetahui apa yang telah dikerjakan sebelumnya apa yang baik dilanjutkan tentu apa yang belum selesai tentu juga dapat dilanjutkan, apa yang kurang baik tentu jangan dikerjakan. Itu prinsip pokok dari pada suatu memori perpindahan pekerjaan," tuturnya.

Sementara itu, wakil presiden RI periode 2019-2024 KH Ma'ruf Amin mengaku bersyukur bisa menggantikan JK sebagai wakil presiden. Pasalnya, JK dinilai telah menorehkan prestasi dalam menjalankan tugas kenegaraan.

Maruf Amin dan JK

"Saya merasa bangga karena saya menggantikan Pak JK sebagai pendahulu saya. Saya ini santri, santri itu memang diajar untuk menghargai pendahulunya. Karena beliau itu lebih dulu maka dia harus memperoleh pujian dari saya," kata Ma'ruf Amin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini