Share

Menanti Realisasi Janji Politik Jokowi-Ma'ruf

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 21 Oktober 2019 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 20 337 2119414 menanti-realisasi-janji-politik-jokowi-ma-ruf-Ym5Zy1Ma5b.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) Meninggalkan Ruang Sidang Paripuran MPR Setelah Dilantik (foto: Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin telah dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019.

Pengukuhan Pasangan Jokowi-Ma'ruf dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung dalam Rapat Paripurna MPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dan dipimpin langsung Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet.

Iringan-Iringan Jokowi dan Keluarga Melintasi Bundaran HI 

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa," ujar Jokowi saat disumpah jabatan.

Usai Jokowi, giliran Ma'ruf Amin. Dengan penuh kekhusukan Ma'ruf Amin mengucapkan sumpahnya di depan hadirin sidang paripurna MPR,

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban wakil presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa,” kata Ma’ruf Amin.

Kini, publik tinggal menanti realisasi janji politik Jokowi-Ma'ruf usai mengucap sumpah dalam sidang paripurna MPR.

Seperti diketahui bersama, saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustus 2018 pasangan nomor urut 01 tersebut menyampaikan visi-misinya, antara lain:

Sidang Paripurna MPR Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin (foto: BPMI/Ist) 

Visi Jokowi-Ma'ruf:

Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong

Misi Jokowi-Ma'ruf:

1. Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia

-Mengembangkan Sistem Jaringan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak;

-Mengembangkan Reformasi Sistem Kesehatan;

-Mengembangkan Reformasi Sistem Pendidikan;

-Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi;

-Menumbuhkan Kewirausahaan;

-Menguatkan Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.

2. Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing

-Memantapkan Penyelenggaraan Sistem Ekonomi Nasional yang Berlandaskan Pancasila;

-Meningkatkan nilai tambah dari pemanfaatan infrastuktur;

-Melanjutkan Revitalisasi Industri dan Infrastruktur Pendukungnya untuk Menyongsong Revolusi Industri 4.0;

-Mengembangkan Sektor-Sektor Ekonomi Baru;

-Mempertajam Reformasi Struktural dan Fiskal;

-Mengembangkan Reformasi Ketenagakerjaan.

Sidang Paripurna MPR Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Maruf Amin (foto: BPMI/Ist)

3. Pembangunan Yang Merata dan Berkeadilan

 -Redistribusi Aset Demi Pembangunan Berkeadilan;

 -Mengembangkan Produktivitas dan Daya Saing UMKM Koperasi;

-Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan;

-Mengembangkan Reformasi Sistem Jaminan Perlindungan Sosial;

-Melanjutkan Pemanfaatan Dana Desa untuk Pengurangan Kemiskinan dan Kesenjangan di Pedesaan;

-Mempercepat Penguatan Ekonomi Keluarga;

-Mengembangkan Potensi Ekonomi Daerah Untuk Pemerataan Pembangunan Antar Wilayah.

4. Mencapai Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan 

-Penggembangan Kebijakan Tata Ruang Terintegrasi;

-Mitigasi Perubahan Iklim;

-Penegakan Hukum dan Rehabilitasi Lingkungan Hidup;

5. Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa

-Pembinaan Ideologi Pancasila;

-Revitalisasi Revolusi Mental;

-Restorasi Toleransi dan Kerukuna Sosial;

-Mengembangkan Pemajuan Seni-Budaya;

-Meningkatkan Kepeloporan Pemuda dalam Pemajuan Kebudayaan;

-Mengambangkan Olahraga untuk Tumbuhkan Budaya Sportifitas dan Berprestasi.

6. Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya

-Melanjutkan Penataan Regulasi;

-Melanjutkan Reroemasi Sistem dan Proses Penegakan Hukum;

-Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;

-Penghormatan,Perlindungan,dan Pemenuhan HAM; 

-Mengembangkan Budaya Sadar Hukum;

Usai Dilantik, Jokowi-Maruf Amin Beri Keterangan Pers 

7. Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga

-Melanjutkan Haluan Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif; 

-Melanjutkan Transformasi Sistem Pertahanan yang Modern dan TNI yang Profesional; 

-Melanjutkan Reformasi Keamanan dan Intelejen Yang Profesional dan Terpercaya;

8. Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya

-Aktualisasi Demokrasi Pancasila;

-Mengembangkan Aparatur Sipil Negara yang Profesional; 

-Reformasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, dan Akuntabilitas Birokrasi; 

-Reformasi Kelembagaan Birokrasi Yang Efektif dan Efisien; 

-Percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik; 

-Reformasi Pelayanan Publik.

9. Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan

-Menata Hubungan Pusat Dan Daerah Yang Lebih Sinergis; 

-Meningkatkan Kapasitas Daerah Otonom dan Daerah Khusus/Daerah Istimewa dalam Pelayanan Publik dan Peningkatan Daya Saing Daerah; 

-Mengembangkan Kerjasama Antar Daerah Otonom dalam Peningkatan Pelanyanan Publik dan Membangun Sentra-Sentra Ekonomi Baru;

Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menerangkan, hasil survei untuk mengukur sejauh mana angka optimisme publik terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) diperiode keduanya.

Dari hasil survei itu, masyarakat masih berharap kepada Presiden Jokowi bisa mewujudkan Nawacita. Srtidaknya, 67,4 persen masyarakat optimis akan visi itu ditunaikan.

"Angka optimis publik itu mencapai 67,4 persen, pesimis 25,8 persen, sisanya tak menjawab," kata Adi.

Dia menerangkan, Jokowi punya bekal segalanya untuk mewujudkan semua visi-misi politiknya tersebut. Terutama dukungan parlemen yang sangat maksimal karena nyaris tak ada partai politik yang berhasrat menjadi oposisi.

Optimisme publik itu, kata Adi, didukung oleh hasil survei lainnya mengenai antusias publik menyambut pelantikan Jokowi dengan penuh riang gembira.

"Presentase itu mencapai 74,6 persen. Karena mayoritas merasa pemilu sudah usai, pemilu bukan bukan ajang perang ideologi dan hidup harus kembali normal," ujar Adi.

Setelah dilantik, Jokowi menjelaskan ada 5 program prioritasnya di periode kedua pemerintahannya selama lima tahun mendatang.

Pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM)dengan membangun SDM yang pekerja keras dan dinamis.

"Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global bekerja sama dengan kita. Itu pun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan," ujar Jokowi dalam pidato kenegaraannya usai dilantik sebagai Presiden di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Usai Dilantik, Jokowi-Maruf Amin Beri Keterangan Pers 

Pemerintah, kata Jokowi juga perlu endowment fund atau dana abadi di bidang pendidikan yang besar untuk manajemen SDM-nya. Selain itu, kerja sama dengan industri penting untuk dioptimalkan.

"Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri," katanya.

Kedua lanjut Jokowi, pembangunan infrastruktur yang masih perlu dilanjutkan. Sebab, infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata dapat mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus disederhanakan, harus dipotong serta dipangkas. Pemerintah, kata Jokowi, akan mengajak DPR untuk menerbitkan 2 undang-undang besar.

"Pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Kedua, UU Pemberdayaan UMKM," ucap dia.

Menurut dia, dua UU tersebut akan menjadi Omnibus la, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU. "Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi," sambungnya.

Selain itu, Jokowi menerangkan, program keempat prioritasnya adalah penyederhanaan birokrasi yang harus terus dilakukan secara besar-besaran. Kemudian, investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan.

"Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa tidak kebanyakan? Saya minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi," urai dia.

Jokowi juga meminta kepada para menteri, para pejabat, dan birokrat agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Ia pun menegaskan tak akan segan mencopot pejabat bila tak serius dalam bekerja.

"Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, pasti saya copot," tutur Jokowi.

Sedangkan yang kelima adalah transformasi ekonomi. Menurut dia, pemerintah harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Lalu bagaimana reaksi warga, terkait janji politik dan prioritas Jokowi usai dilantik kembali menjadi presiden periode 2019-2024 bersama KH Ma'ruf Amin?

Seorang warga Parung bernama Arief berharap pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mampu menyelesaikan persoalan pengangguran, salah satunya dengan membuka lapangan kerja baru.

"Harapan saya, pemerintahan Jokowi mendatang pengagangguran bisa digaji seperti janji kampanyenya. Atau membuka lapangan kerja bagi pengangguran. Sebab, salah satu akar kemiskinan Indonesia itu adalah sempitnya lapangan kerja," ujar Arief saat berbincang dengan Okezone.

Sementara warga Jakarta Barat bernama Hidayat meminta Jokowi membuktikan jika kritikan yang ditujukan publik kepadanya selama ini salah. "Semoga Jokowi bisa membuktikan bahwa kritikan yang selama ini dialamatkan kepadanya salah dengan melakukan kerja-kerja nyata," tutur dia.

Kini, publik menanti Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja, mulai dari menyusun Kabinet Kerja Jilid II. Publik berharap, suami Iriana Joko Widodo ini mampu merealisasikan segala janji politiknya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini