nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Dilantik, Jokowi: Indonesia Jadi Negara Maju, Itulah Target Kita!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 16:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 20 337 2119360 usai-dilantik-jokowi-indonesia-jadi-negara-maju-itulah-target-kita-pVQop1ME5Q.jpg Jokowi menyampaikan pidato pertama setelah dilantik sebagai Presiden RI Periode 2019-2020. (Foto: Biro Pers Media Istana)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali pidato kenegaraannya, setelah dilantik sebagai Kepala Negara Periode 2019-2024 dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara kelas menengah.

Jokowi ingin Indonesia keluar dari jebakan negara dengan pendapatan kelas menengah pada satu abad kemerdekaannya, yakni pada 2045.

"Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya. Insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama," ujar Jokowi di Gedung Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Jokowi menargetkan bahwa pada 2045, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$7 triliun. Menurut dia, Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen.

"Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung, sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai," ucapnya.

Jokowi mengingatkan, target semua itu tidak bisa datang otomatis dan tidak datang dengan mudah. Semuanya harus disertai kerja keras dan pemerintah harus kerja cepat.

Jokowi saat disumpah sebagai Presiden RI Periode 2019-2020. (Foto: BPMI)

Jokowi saat disumpah sebagai Presiden RI Periode 2019-2024. (Foto: BPMI)

"Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya," imbuhnya.

Dalam pidatonya itu, Jokowi mengenang pada tahun pertama menjabat Presiden. Saat itu, kata dia, Istana mengundang masyarakat untuk halalbihalal, dan protokol meminta dirinya untuk berdiri di satu titik.

"Saya ikut. Tahun kedua, halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi. Langsung saya bilang ke Mensesneg, 'Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, akan jadi kebiasaan. Itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang'," ucapnya.

Jokowi ingin pekerjaan pemerintah tidak monoton. Ia ingin mendobrak rutinitas guna meningkatkan produktivitas dan hal yang lain menjadi prioritas.

"Jangan lagi kerja kita berorientasi proses, tapi harus berorientasi pada hasil-hasil

yang nyata. Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati hasil pembangunan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini