Ma'ruf Amin, Tokoh Ulama yang Jadi Wakil Presiden

Muhamad Rizky, Okezone · Minggu 20 Oktober 2019 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 20 337 2119228 ma-ruf-amin-tokoh-ulama-yang-jadi-wakil-presiden-7sLJZh3eln.jpg Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin (Wikipedia)

JAKARTA - Kiai Haji Ma’ruf Amin hari ini dilantik sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024. Dia akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang juga dikukuhkan sebagai Presiden untuk periode kedua. Berikut biografi Ma’ruf Amin:

Ma'ruf, lahir di Kota Tangerang, Banten, 11 Maret 1943. Ia adalah tokoh ulama terkemuka yang bergelut di banyak organisasi dan pernah menjadi politisi. Ia masih menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Ma’ruf Amin berasal dari keturunan orang terpandang. Ia adalah cicit dari Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani, ulama besar dari Indonesia yang pernah jadi Imam Besar Masjidil Haram dan mengarang beberapa kitab.

Baca juga: Hari Ini, Jokowi-KH Ma'ruf Amin Dilantik Jadi Presiden dan Wapres 2019-2024

Ma’ruf Amin muda banyak menghabiskan waktu dengan belajar ilmu agama. Dia besar dalam lingkungan pesantren.Jokowi-Maruf Amin

Jokowi-Ma'ruf Amin (Okezone.com./Arif)

Setelah menamatkan Sekolah Rakyat (SR) Kresek dan Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tengerang pada 1955, dia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang kemudian Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng lulus pada 1961.

Ma’ruf Amin belajar lagi di pesantren di Banten lalu melanjutkan kuliah ke Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor.

Dunia politik sendiri sebetulnya bukan hal baru bagi Ma'ruf. Ia memiliki pengalaman yang panjang di jabatan publik. Ma'ruf tercatat selama 7 tahun menjabat sebagai Anggota Dewan Presiden 2007-2014. Ma'ruf juga sempat menjadi legislatif dari tahun 1971 hingga 1999 dan aktif di organisasi kemasyarakatan sejak tahun 1964.

Baca juga: Melihat Lagi Sosok Jokowi, Presiden dari 'Wong Cilik'

Selain itu, namamya juga masuk sebagai anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila bersama Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

Dikutip dari Wikipedia, ini karir pekerjaan Ma’ruf Amin:

- Guru Sekolah-sekolah di Jakarta Utara (1964-1970)Ma'ruf Amin

KH Ma'ruf Amin (Okezone)

- Pendakwah (1964)

- Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama (Unnu), Jakarta (1968)

- Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad (1976)

- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) (2007-2010)

- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010-2014)

- Anggota DPRD Provinsi dari Utusan Golongan (1971-1973)

-Ketua Fraksi Utusan Golongan DPRD DKI Jakarta

-‎Anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973–1977)

-‎Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI Jakarta

-‎Anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1977–1982)

-‎Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

-‎Anggota MPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1997–1999)

-‎Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

-‎Anggota DPR RI dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999–2004)

-‎Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

-‎Anggota Panitia Anggaran DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)

-‎Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999)Ma'ruf Amin

Jabatan Lain

- Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966)

- Ketua Front Pemuda (1964-1967)

- Ketua NU, Jakarta (1966-1970)

- Wakil Ketua Wilayah NU, Jakarta (1968-1976)

- Anggota Koordinator Da'wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)

- Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)

- Ketua Dewan Fraksi PPP (1973-1977)

- Anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU, Jakarta (1977-1989)

- Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)

- Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)

- Anggota MUI Pusat (1990)

- Rois Syuriah PBNU (1994-1998)

- Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)

- Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)

- Ketua Dewan Syuro PKB (1998)

- Mustasyar PBNU (1998)

- Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)

- Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007)

- Mustasyar PKB (2002-2007)

- Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)

- Ketua MUI (2007-2010)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini