nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pola Asuh Orangtua Kian Lemah, Anak-Anak Jadi "Budak" Gadget-nya

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 19:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 19 337 2119126 pola-asuh-orangtua-kian-lemah-anak-anak-jadi-budak-gadget-nya-eTbiWV3BzQ.jpg Ilustrasi (Foto : New York Strait Times)

JAKARTA - Gadget tidak pernah jadi masalah bagi siapapun, termasuk anak-anak. Kadar bermainnya lah yang menjadi masalah, apalagi sampai kecanduan atau adiktif.

Hal tersebut disampaikan praktisi psikologi anak dan remaja Anrio Marfizal saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (19/10/2019).

"Sebenarnya gadget itu enggak masalah, yang masalah kan adiktif terhadap gadget. Sehingga, menimbulkan penyakit sosial dan biologis kerusakan otak di dunia anak," ujar pria yang akrab disapa Kak Rio itu.

Ilustrasi (Foto : Pixabay)

Bagi Rio, pola asuh yang semakin lemah dari para orangtua, masih jadi masalah utama. Orangtua di era modern, disibukkan mengumpulkan uang hingga lupa anak tak cuma butuh uangnya, tapi juga kasih sayangnya.

"Sekarang era digital, era kapitalisme, semua orangtua sibuk cari uang, ninggalin anak-anaknya, sibuk membiayai semua cicilan-cicilannya, sehingga anak baru mau cerita sama ibunya, dibilang bawel," tuturnya.

Baca Juga : Fakta Kecanduan Gadget Bisa Bikin Anak Alami Gangguan Kejiwaan

Baca Juga: Ratusan Anak Masuk RSJ karena Kecanduan Gadget Jadi Tamparan Semua Keluarga

Alumni Fakultas Psikologi UIN Jakarta ini memandang, saat ini gadget telah mengambil ruang bermain bagi anak-anak.

"Lalu kalau orangtua sadar, sekolah sadar, harus juga introspeksi, kurikulum terlalu serius, anak-anak dipaksa berpikir terus. Akhirnya, diperbudak gadget. Harusnya kita yang mengatur, tapi ternyata gadget yang ngatur kita," ujar Rio.

Rio pun mengingatkan pada pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar punya tanggungjawab untuk membangun infrastruktur dan membangun awareness keluarga. Tidak cuma membangun ruang tapi mengesampingkan kenyaman dan keamanan.

"Selain diadakan tapi di taman-taman itu juga diciptakan kenyamanan dan keamanan, sehingga ketertarikan untuk bermain bersama di taman. Bisa menjadi tempat istirahat sekaligus refreshing itu terfasilitasi, tidak hanya formalitas namanya taman," ujarnya.

Saat ini, sambungnya, banyak pembangunan infrastruktur tapi tidak memperhatikan bagaimanan keamanannya. "Kadang-kadang kalau kita mau ke taman, banyak pengamen, banyak orang-orang yang enggak punya rumah yang tidur di sana. Jadi fungsi-fungsi tidak berjalan, ada tapi enggak berjalan," kata Rio.

Sekedar diketahui, Wawan Game yang jadi viral di media sosial dikabarkan menderita gangguan jiwa akibat kecanduan game online yang membuat jari jemarinya tak henti bergerak layaknya sedang bermain game. Pria 32 tahun tersebut dirawat di Yayasan Jamrud Biru yang merupakan tempat rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

elain Wawan Game, ada 3 pasien lain dengan kondisi kecanduan game online yang dirawat di yayasan yang terletak di Kampung Babakan Jalan Asem Sari II RT 03 RW 04, Kelurahan Mustikasari, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat itu. Ironisnya, ketiga pasien masih berstatus pelajar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini