PKS Bandingkan Peran Jusuf Kalla di Zaman Jokowi dan SBY

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 19 Oktober 2019 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 19 337 2118972 pks-bandingkan-peran-jusuf-kalla-di-zaman-jokowi-dan-sby-GGlGnFIGZl.jpg Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Foto ANTARA)

JAKARTA - Jusuf Kalla (JK) mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Presiden pada 20 Oktober besok. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai JK sempat kurang diberi peran oleh Presiden Jokowi di awal-awal masa pemerintahan, tapi di akhirnya politikus senior Golkar itu menunjukkan kekuatannya.

JK sudah menggelar perpisahan dengan Jokowi karena ia akan segera digantikan oleh KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden pendamping Jokowi untuk periode lima tahun ke depan.

Sebelum mendampingi Jokowi, JK tercatat pernah menjadi Wakil Presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama satu periode. Saat mendampingi SBY, JK berperan besar terutama dalam mendamaikan konflik besar di Aceh, Ambon dan Poso.

Baca juga: Jokowi Siapkan Momen Perpisahan dengan JK saat Pelantikan

Ia juga tangkas dalam menangani bencana. Contoh nyata adalah saat tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih 200 ribu orang. JK turun langsung memimpin penanganan tanpa peduli saat itu Aceh sedang dirundung perang.

Tapi, saat mendampingi Jokowi, JK terlihat tak seaktif di periode pertama jadi Wakil Presiden.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengatakan, peran JK kurang terlihat di periode kedua jadi Wapres antaran kurang diberi ruang oleh Jokowi.

 Mardani Ali Sera

Mardani Ali Sera (Okezone)

Menurutnya hal itu berbeda dengan yang dilakukan SBY di mana JK yang ahli ekonomi lebih diberi peran, sehingga memiliki kontribusi yang tinggi terhadap negara. Hasilnya saat itu perokonomian Indonesia tumbuh baik.

"Di zaman Pak Jokowi, Pak JK kurang diberi peran. Memang pilihan tiap Presiden bisa beda," kata Mardani kepada Okezone, Sabtu (19/10/2010).

Meski kurang diberi peran, kata Mardani, JK dinilai telah sukses menjadi penyeimbang Jokowi selama memimpin. Menurutnya hal itu setidaknya terlihat di tahun-tahun akhir kepemimpinan Jokowi-JK.

"Tetap saja Pak JK di akhir-akhir berperan sangat besar menyeimbangkan kekuatan pendukung Jokowi. Husnul khatimah (akhir) yang indah untuk Pak JK," jelasnya.

Mardani berharap, nantinya kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin bisa berjalan dengan baik. Menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam mengatur persoalan kenegaraan.

"Paling baik jadi dwi tunggal (Jokowi-Ma'ruf) karena kapasitas wakil presiden biasanya pada level yang mumpuni," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini