nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komnas HAM Temukan 10 Korban Kerusuhan Papua yang Tak Tercatat Polisi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 19:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118826 komnas-ham-temukan-10-korban-kerusuhan-papua-yang-tak-tercatat-polisi-zCD6xeQHj9.jpg Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. (Foto : Okezone.com/Fadel Prayoga)

JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menemukan 10 korban kerusuhan yang tak tercatat oleh aparat kepolisian di Wamena, Papua, beberapa waktu lalu. Hal tersebut diketahui setelah Komnas HAM mendatangi ke lokasi selama 13-17 Oktober 2019.

"Kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua," kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Ia menambahkan, 10 orang itu tidak tercatat oleh polisi lantaran yang bersangkutan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka langsung dikebumikan di kampungnya masing-masing.

Meski begitu, lanjut dia, kepastian itu masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Sebab, karena letak wilayah geografis yang cukup sulit membuat pihaknya tak bisa melakukan pendalaman informasi lebih lanjut.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik. (Foto : Okezone.com/Fadel Prayoga)

"Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang itu meregang nyawa setelah diduga tertembak. Namun, mereka langsung dibawa pihak keluarga untuk dikuburkan.

"Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya," katanya.


Baca Juga : Veronica Koman ke Parlemen Australia Jelaskan Situasi Papua

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 warga harus meregang nyawa pada insiden demo anarkis Senin, 23 September, dan sedikitnya 8.000 orang mengungsi di Jayawijaya maupun di Jayapura. Sekitar 450 aparat kepolisian Brimob BKO Polda Papua dan jajaran Polda Papua telah berada di Kabupaten ini untuk meredam situasi pascaaksi.


Baca Juga : Polisi Tembak Pelaku Pembunuhan Pekerja Bangunan di Wamena Papua

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini