nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harapan Mantan Preman: Saya Mau Anak Jadi Jaksa dan Polisi

Nanang Fahrurozi, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 11:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118817 harapan-mantan-preman-saya-mau-anak-jadi-jaksa-dan-polisi-31QcD2JgBY.jpg Ilustrasi

SAROLANGUN - Maryanto (50) warga Singkut kabupaten Sarolangun, Jambi sebelumnya terkenal sebagai 'orang nakal' alias preman, kehidupannya tak pernah lepas dari dunia hitam. Berpuluh tahun dia pun menjalaninya, keluar masuk penjara baginya sudah biasa.

Bahkan kedua belah kakinya hampir penuh dengan bekas luka tembak dari aparat kepolisian, saat itu dia berpikir musuhnya hanya polisi dan jaksa.

Namun setelah hidayah menghampirinya, Yanto Pentol sapaan akrabnya berpikir kedua anaknya yang saat ini masih duduk di bangku SMA dan SMP bisa menjadi Jaksa dan Polisi, dia pun saat sudah sukses menjadi pengusaha penggilingan bakso dan usaha kebun.

Infografis Preman (Foto: Okezone)

"Saya sudah insyaf, saat ini saya ingin besarkan anak dan mensukseskan anak. Sesuai cita-cita saya dan juga anak saya bisa jadi Jaksa dan Polisi. Semua usaha jika kita mau menekuninya insya allah bisa berhasil," kata Maryanto yang saat ini sudah rajin beribadah.

Maryanto sangat berharap besar dua anaknya yakni Gilang dan Doni tak mengikuti jejak ayahnya. "Saya ingin anak saya yang pertama bisa jadi Jaksa, dan yang kedua bisa jadi polisi. Biar nanti kalau bapaknya salah bisa dihukum oleh anaknya, intinya tak ada kata terlambat untuk kita sukses, dan tak ada kata terlambat untuk kita bertaubat," pungkasnya.

Dengan mendekatkan kepada yang khaliq dia bisa menyesali semua apa yang pernah ia lakukan. "Saat saya di masjid disitu terkadang saya menangis menyesali perbuatan saya, untuk itulah saya berharap rekan dan kawan-kawan saya yang masih menggeluti dunia hitam bisa segera sadar. Apa pun yang kita kerjakan asal kita mau usaha dan sabar insya allah kita bisa berhasil," ungkap Yanto.

Sementara itu Tini yang tak lain istri Maryanto sambil meneteskan air mata mengatakan dirinya tak percaya jika suami bisa insyaf.

"Saya puluhan tahun mendampingi suami saya, saat dikejar-kejar polisi, ditangkap hingga masuk sel saya selalu sabar mendampinginya, saya percaya asal kita mau dan sabar nanti akan ada hasil. Dan hasilnya sekitar tahun 2004 akhirnya kami membuat usaha penggilingan bakso dan alhamdulillah sampai saat ini bisa sukses dan menyekolahkan anak-anak," pungkas Tini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini