nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Insyafnya "Kriminal Paling Dicari" di Bandung

CDB Yudistira, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 09:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118699 cerita-insyafnya-kriminal-paling-dicari-di-bandung-ekUaSEHtgd.jpg Heri Coet kini sudah berubah (Foto: Ist)

BANDUNG - Lahir dari keluarga broken home, dan miliki tanggung jawab atas adik-adiknya membuat Asep Djuheri (46) atau yang lebih dikenal dengan sapaan Heri Coet, mengharuskan dirinya terjun ke dunia kriminal.

Bagi pelaku kejahatan khususnya di Kota Bandung, nama Heri Coet, sudah melegenda. Dirinya tercatat delapan kali bolak-balik masuk penjara.

"Saya ini residivis curanmor (pencurian motor)," kata Heri, saat ditemui di Bandung, Selasa (15/10/2019).

Mengawali aksinya pertama kalinya sekira tahun 1993 seingat dia, menjadi titik dirinya berangkat ke dunia kejahatan. Dituntut untuk penuhi kebutuhan ia dan adik-adiknya menjadi alasan kuat melakukan pencurian motor.

Infografis Preman (Foto: Okezone)

Beberapa kali merasakan timah panas petugas kepolisian, tidak mengendurkan dirinya dalam melakukan tindakan kejahatan. Bahkan dirinya sempat masuk daftar orang paling dicari di kepolisian khususnya di Bandung. Tak hanya residivis pencuri motor, namanya juga "harum" di dunia narkoba.

"Saya dulu bahkan pernah dikarungin (dimasukan ke dalam karung) sama anggota polisi, kayak mau dieksekusi mati. Saya enggak ngaku waktu, waktu mencuri. Tapi waktu itu saya bisa kabur sampai dua bulan, jadi target operasi gitu, dan akhirnya saya ke tangkep lagi," tuturnya.

Potret Heri Coet bareng anak istri

Pada awal 2000 saat berada dalam jeruji besi, dirinya merasa jenuh. Sambil mengingat adik-adiknya yang sudah beranjak dewasa, ia merasa malu dan harus mengakhiri perhelatannya di dunia kejahatan.

Dalam gumamnya, Heri berjanji untuk berubah lebih baik selepasnya dirinya dari balik jeruji besi. Bukan hanya sekedar ucapan, dirinya pun membuktikan hal tersebut.

Bermodal dengkul, bercandanya, ia mencoba membuka usaha dengan merekrut mantan-mantan eks narapidana temannya sewaktu menjalani hukuman, untuk membukan sebuah cafe, yang bernama Pascorner.

Lokasinya dekat Lapas Banceuy di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, tempat dirinya pernah di tahan.

"Itu semuanya yang kerjanya ex napi," jelasnya.

Dengan ketekunan dan niat yang gigih serta irkar kepada dirinya sendiri, membuat usahanya itu menjadi berkembang dan berhasil menghapus stigma buruk terhadap para narapidana.

Ia bahkan telah membuat distro dengan brand X Residivis, dimana itu hasil pencapaiannya dari resto yang di buat olehnya. Selain itu Heri juga telah miliki sebuah yayasan, dimana yayasan tersebut menampung sejumlah ex napi, untuk dikaryakan dan diberdayakan.

"Saya sudah janji, kalau saya bisa sukses hijrah dari dunia gelap, pengen ngerangkul para napi karena mereka dijauhin sama temen sama keluarga. Dan hasilnya alhamdulillah saat ini," kata Heri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini