nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terima Kasih Jusuf Kalla!

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118671 terima-kasih-jusuf-kalla-C46aSiwn9k.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla atau Akrab Disapa JK (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla segera purna tugas seiring dengan diselenggarakannya pelantikan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden periode 2019-2024. Prosesi pelantikan akan berlangsung pada Minggu, 20 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR.

Berbagai kalangan termasuk kepolisian dan kementerian pun 'melepas' Jusuf Kalla dengan penuh hormat. Meski jabatannya akan dilepas sebentar lagi, Jusuf Kalla rupanya memiliki segudang kegiatan layaknya baru menjabat Wakil Presiden.

Baca Juga: Polri Beri Penghargaan Tertinggi ke Wapres JK yang Segera Purnatugas 

Satu-persatu kegiatan kenegaraan dilaluinya dengan penuh senyum. Pagi tadi, ia menghadiri upacara pengantar purna tugas oleh Polri.

upacara purnatugas oleh polri untuk jk. puteranegara	 

Korps Bhayangkara melepas Jusuf Kalla dengan berbagai kenangan dan ucapan terima kasih atas pengabdiannya untuk bangsa dan negara. Di ujung acara, pria kelahiran Watampone, Bone, Sulawesi Selatan, itu dianugerahi Pedang Pati Polri dan lukisan kayu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui dirinya adalah fans berat Jusuf Kalla. Menurutnya, Jusuf Kalla merupakan pemimpin konseptual yang mampu melahirkan solusi atas berbagai masalah bangsa. Tak hanya itu, Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga menjuluki Jusuf Kalla dengan sebutan living legend.

"Bagi saya pribadi, dari hati yang terdalam, tulus ikhlas, Bapak adalah role model dan ini perlu diketahui rekan-rekan jajaran kepolisian, kenapa Bapak perlu jadi role model? Bapak adalah legenda yang eksis di Indonesia. Living legend," ucap Tito, Jumat (18/10/2019).

Dalam pandangan Tito, Jusuf Kalla merupakan pengusaha sukses yang memiliki jaringan bisnis di berbagai bidang dan bersih. Lalu pada kancah politik, Jusuf Kalla pun pernah menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Ia juga disebut sebagai birokrat yang matang karena pernah mengampu berbagai jabatan strategis hingga akhirnya menjabat posisi Wakil Presiden.

Usai menerima penghormatan dari Polri, Jusuf Kalla bergegas menghadiri peresmian Indonesian Agency for International Development (AID) atau Lembaga Kerja Sama Pembangunan Internasional Indonesia di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Di hadapan Menlu RI Retno LP Marsudi beserta beberapa menteri dan pegawai Kemenlu, Kalla mengatakan pidatonya hari ini adalah yang terakhir. Karena itu, ia mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama lima tahun terakhir.

"Hari ini, hari terakhir kerja bagi saya selama lima tahun jadi Wakil Presiden, dan pidato saya ini pidato terakhir, ini terkahir betul, nanti sore akan makan-makan dengan presiden saja," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla Perpisahan dengan Kementerian Luar Negeri (Foto: Media Sekretariat Wakil Presiden/Ist)	 

"Setelah pidato-pidato kurang lebih lima tahun, kurang lebih 600 pidato, ini pidato ke 601, tentunya saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran yang selalu bekerja sama dan membantu selama lima tahun," sambung suami Mufidah Jusuf Kalla.

Suasana haru menyelimuti di Gedung Pancasila Kemenlu saat Jusuf Kalla menyampaikan pidato terakhirnya. Menlu Retno pun mengucapkan terima kasih kepada Jusuf Kalla atas jasanya untuk bangsa dan negara selama ini, khususnya dalam bidang politik luar negeri.

Baca Juga: JK : Hari Ini Pidato Saya yang Terakhir

Usai menghadiri acara di Kemenlu, Jusuf Kalla segera bergegas meninggalkan tempat acara untuk menghadiri agenda selanjutnya. Tetapi, sesaat sebelum melangkah ke luar, Jusuf Kalla diberikan kejutan oleh pegawai Kemenlu sebagai sambutan perpisahan. Para pegawai nampak membawa banner bergambarkan foto Kalla dengan tulisan "Terima Kasih Pak JK."

Tak hanya itu, Kemenlu juga memberikan hadiah berupa foto ketika Jusuf Kalla tengah berpidato di mimbar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Senyum merekah keluar dari bibir Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla lalu bergegas dari Kemenlu untuk melanjutkan agenda selanjutnya. Ia menghadiri acara silaturahim dengan Presiden Joko Widodo dan jajaran menteri Kabinet Kerja jilid I di Istana Negara. Acara ini sekaligus momen perpisahan dengan seluruh komponen pemerintahan selama masa jabatan lima tahun terakhir. Mereka berswafoto bersama lalu dilanjutkan dengan pertemuan tertutup.

Jusuf Kalla Perpisahan dengan Kementerian Luar Negeri (Foto: Media Sekretariat Wakil Presiden/Ist)

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan jasa Jusuf Kalla untuk bangsa ini akan abadi. Menurut dia, Kalla telah banyak menyelesaikan persoalan bangsa dengan cara-cara luar biasa. Hal inilah yang jadi ciri khas Kalla dengan politisi lainnya.

"Jasa JK abadi terhadap bangsa ini. Banyak persoalan bangsa ini bisa diselesaikan oleh JK dengan cara yang luar biasa. Pembawaannya santai namun penuh makna. Indonesia akan mencatat JK sebagai negarawan yang sukses," kata Ujang saat dihubungi Okezone.

Baca Juga: JK Bilang Selama Bertugas Bersama Jokowi Semuanya Menarik

Ujang menuturkan, Jusuf Kalla merupakan perekat umat dan masyarakat secara keseluruhan. Ia sangat piawai memersatukan pihak-pihak yang berseteru. Kemudian rekam jejaknya di politik terbilang baik sehingga moncer untuk menduduki jabatan tertinggi negara di samping Presiden.

"JK itu perekat umat dan masyarakat. Pemersatu mereka yang berkonflik dan berseteru. Di politik JK meninggal kan jejak yang baik. Karena dia menjadi panutan dan tempat tokoh-tokoh muda belajar politik kepadanya," tuturnya.

"Republik ini masih sangat butuh sosok JK yang luar biasa. Pikiran-pikiran dan tindakannya masih dibutuhkan oleh bangsa ini," sambung Ujang.

Jusuf Kalla Perpisahan dengan Kementerian Luar Negeri (Foto: Media Sekretariat Wakil Presiden/Ist)	 

Kini, masa jabatan Jusuf Kalla sebagai Wapres RI akan berakhir seiring dengan akan diselenggarakannya pelantikan Jokowi-KH Ma'ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang. JK mengaku akan aktif mengurus sosial-keagamaan setelah pensiun sebagai Wapres.

"Setelah ini saya ingin istirahat dulu sebulan dua bulan. Mau ke mana dulu, mau jalan-jalan. Kemudian mengurus sosial, ngurus pendidikan, keagamaan," katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa 15 Oktober 2019.

Selain itu, JK juga mengatakan kemungkinan akan menjadi pembicara di berbagai perguruan tinggi. Pasalnya sudah banyak undangan yang diberikan kepadanya. "Tentu memberikan mungkin berbicara diperguruan tinggi, saya diundang di mana-mana untuk berbicara," pungkas dia.

Terima Kasih Jusuf Kalla!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini