nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Penuhi 4 Sifat Pemimpin Berbasis Spiritual Kuat

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 07:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118461 jokowi-penuhi-4-sifat-pemimpin-berbasis-spiritualitas-kuat-fwzEs7xRxI.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Sekretaris Lembaga Dakwah Khusus PP Muhammadiyah, Faozan Amar berpendapat bahwa setiap pemimpin harus memiliki basis spiritualitas yang kuat di samping keluasan wawasan.

Hal itu dikatakan Faozan dalam diskusi publik bertajuk 'Basis Spiritual Studi, Sukses Memimpin Negeri' yang diselenggarakan Al Wasath Institute bekerjasama dengan Himapol Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada Kamis 17 Oktober 2019.

Menurutnya, di setiap kepemimpinan, mesti memiliki basis profetik atau merujuk seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW.

"Pemimpin itu harus memiliki empat sifat yaitu siddiq, tabligh, amanah, fathonah sebagai basis seorang pemimpin, dan Jokowi dalam banyak hal memenuhi empat sifat tersebut," kata dia dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Dijelaskannya, pemimpin yang dipilih secara legal konstitusional harus didukung dan dikritik jika memang ada yang keliru dalam kepemimpinannya. Karena itu, dia mendukung setiap kepemimpinan yang berbasis nasionalis-religius.

Diskusi Al Wasath InstituteDiskusi Publik Al Wasath Institute (Foto: Ist)

"Kita harus siap mendukung setiap kepemimpinan nasional yang religius dan amanah serta merakyat," ucapnya.

Sementara itu, Dosen Ilmu Politik UMJ, Djoni Gunanto berujar bahwa kepemimpinan bisa lahir dari golongan darah biru dan kepemimpinan yang diciptakan melalui organisasi. Kedua tipe kepemimpinan tersebut harus tetap berpijak pada basis spiritualitas yang kuat.

"Karena itu basis kepemimpinan harus diimbangi dengan pengalaman dan basis spiritual," ujarnya.

Sedangkan menurut Ketua Umum DPP IMM, M Najih Prastiyo, tiap kepemimpian harus memiliki gagasan kuat yang diperoleh dari basis keilmuan. Karenanya, pemimpin tidak boleh menihilkan basis spiritualitas dan intelektualitas.

Sementara itu, Ketua Himapol UMJ, Dhiki Ramandha Putra mengajak mahasiswa untuk menerapkan aspek kepemimpinan berbasis spiritualitas dan intelektualitas di lingkungan terdekatnya, yakni kampus.

"Di kampus ada banyak organisasi yang menyediakan pelatihan kepemimpinan dari situ kita bisa belajar", ucapnya.

Sebelumnya, kegiatan diskusi publik ini dibuka oleh Dekan FISIP UMJ, Ma'mun Murod Al-Barbasy dan diikuti berbagai aktivis organisasi intra dan ekstra kampus seperti kelompok Cipayung Plus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini