nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Dorong Cara Konstitusional Perkuat KPK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 18 Oktober 2019 00:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 18 337 2118417 mahasiswa-dorong-cara-konstitusional-perkuat-kpk-lMh7Nfog3C.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (BEM KM Unmul), Febri Ahmad Haminudin angkat bicara terkait berbagai macam problematika pelemahan yang sedang dihadapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia mengatakan, indikasi pelemahan KPK sudah terjadi mulai dari ketika proses pemilihan calon pimpinan baru yang bermasalah hingga UU KPK hasil revisi yang baru berlaku.

"Kita berharap dalam forum ini membuat pencerahan kepada mahasiswa terkait bagaimana pemberantasan korupsi di Indonesia bisa maksimal kinerjanya, sehingga posisi KPK sangat berpengaruh dalam pemberantasan korupsi tersebut,” ujar Febri dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/10/2019).

Baca Juga: ICW: Presiden Jangan Ragu-Ragu Terbitkan Perppu KPK 

BEM KM Unmul untuk membahas hal itu menggelar diskusi Kajian, Obrolan, Pergerakan dan Advokasi Isu Mulawarman (Kopi Mulawarman) dengan Tema 'Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia RUU KPK: Perppu, Judicial Review atau Legislatif Review?' guna membahas persoalan yang ada di lembaga antirasuah tersebut.

KPK

Menurut Febri, ada banyak jalur yang bisa ditempuh oleh mahasiswa sebagai kelompok akademik dalam memperkuat peran KPK.

Selain mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 32 Tahun 2002 tentang KPK masih ada alternatif lain yang bisa dilakukan mahasiswa dan juga lebih efektif.

"Masih ada judicial review ke MK, dan juga legislatif review dua hal ini yang bisa dilakukan dalam memperkuat KPK, selain dengan Perppu," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Dikabarkan Belum Tanda Tangan UU KPK yang Baru

Aktivis Pengiat Antikorupsi dan Akademisi Fakultas Hukum Unmul, Herdiansyah Hamzah mengatakan pelemahan KPK hanyalah satu dari sekian banyak masalah bangsa yang terakumulasi. Ia pun mendorong agar persoalan KPK harus punya solusi dalam penyelesaian masalahnya ke depan.

"Harapannya mahasiswa dapat terus bergerak dan mengambil peran, karena merekalah yang akan mengisi masa depan Republik Indonesia di masa yang akan datang," ujarnya.

Dia menjelaskan opsi penguatan KPK mendapat usulan beragam. Bisa melalui penerbitan Perppu oleh Presiden Jokowi, judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau legislatif review.

"Ketiganya cara konstisusional yang bisa digunakan mahasiswa dalam advokasi KPK ke depannya,“ ucap dia.

Kopi Mulawarman menghadirkan narasumber lainnya yakni, Ketua DPRD Provinsi Kaltim Drs Makmur, Guru Besar Fisipol Unmul Prof Aji Ratna Kusuma, Akademisi Hukum Tata Negara Unmul Harry Setya Nugraha, Anggota DPRD Kaltim Rusman Ya’kub, Akademisi Fisipol Unmul Anwar Alaidrus

Diskusi ini yang dihadiri oleh kurang lebih 100 orang mahasiswa Unmul ini berlangsung seru karena antusias peserta terkait masa depan pemberantasan korupsi di Indonesia. Diskusi ini kemudian ditutup dengan komitmen bersama pemateri diskusi yang hadir untuk siap mengawal pemberantasan korupsi di Kalimantan Timur bersama BEM KM Unmul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini