nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

40 Terduga Teroris Ditangkap Tim Densus 88 Pasca-Penusukan Wiranto

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 18:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 337 2118301 40-terduga-teroris-diciduk-densus-88-pasca-penusukan-wiranto-seEsS8Tx9o.jpg Brigjen Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Mabes Polri (Foto: Okezone.com/Putera)

JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 selama satu pekan ini melakukan aksi penindakan terhadap jaringan-jaringan terorisme dibeberapa wilayah Indonesia. Hasilnya, sudah ada 40 terduga teroris yang diciduk sejak tanggal 10 Oktober hingga (17/10/2019).

Operasi penangkapan itu sendiri mulai dilakukan pasca-peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten.

"Kemarin ada 36 terduga teroris ditangkap. Pada hari ini tambah 4 orang jadi total 40 terduga teroris yang ditangkap hingga hari ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Ilustrasi

Dedi menambahkan, keempat terduga teroris tambahan yang dilakukan penangkapan yakni OA, W, A dan A alias Aulia. Untuk tersangka OA ditangkap di Bandung yang merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon.

"Kemudian ada W dan A. Keduanya merupakan JAD Cirebon," ujar Dedi.

Tersangka lainnya atas nama A alias Aulia alias Gondrong. Ia ditangkap di Tambun dan masuk jaringan JAD Bekasi. Perannya yaitu terlibat kelompok Abu Zee dengan menyiapkan serangan pengemboman dengan sasaran markas polisi dan anggota.

"Barang bukti yang diamankan yaitu ada bahan peledak. Kemudian switching bom, alat komunikasi, baut, paku, buku dan kartu identitas," tutur Dedi.

Para terduga teroris itu kebanyakan berniat melakukan aksi serangan terorisme di tempat ibadah, mako polisi dan serangan ke aparat kepolisian yang sedang bertugas.

Baca Juga : Anak Abu Rara Takut saat Diajak Menusuk Wiranto

Baca Juga : RSJ Jabar Tangani Ratusan Anak Kecanduan Gadget

Dedi menegaskan, tim Densus terus bekerja melakukan upaya pencegahan dan penangkapan terhadap terduga terorisme. Ia pun membantah bahwa operasi yang dilakukan Densus terkait dengan pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

"Upaya yang dilakukan Densus di beberapa wilayah khususnya di luar Jakarta tidak ada kaitan dengan upaya proses pelantikan presiden dan wapres. Ini murni sesuai fakta hukum, sesuai hasil pemeriksaan tersangka yang ditangkap karena ada indikasi pelaku ini akan melakukan aksi terorisme di beberapa wilayah," tutup Dedi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini