nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Asal Kamerun, Thailand dan Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 16:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 337 2118248 polisi-bongkar-jaringan-narkoba-asal-kamerun-thailand-dan-indonesia-6wcaOZbrgw.jpg Polisi Gelar Jumpa Pers (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri bersama dengan Ditjen Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta membongkar penyelundupan narkoba jaringan internasional asal Kamerun, Thailand dan Indonesia. Dalam operasi tersebut, petugas menangkap tujuh orang tersangka.

"Jaringan ini dengan modus operandi yang baru melibatkan Kamerun, Thailand dan Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Dedi menjelaskan, pihaknya menangkap seorang tersangka asal Pantai Gading Assi Cedric dengan barang bukti 61 butir kapsul yang berisikan sabu seberat 1.095 gram. Kemudian, aparat juga melakukan penangkapan terhadap dua wanita berkebangsaan Thailand, Chiangka Wandee dan Changjit Jinatta.

"Setelah dilakukan penggeledahan badan ditemukan barang bawaan yang disimpan dalam tubuh diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat 586 gram brutto," ujar Dedi.

narkoba

Baca Juga: Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Internasional, 8 Orang Ditangkap

Selanjutnya Tim Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri pada tanggal 06 Oktober 2019 melakukan pengembangan penerima barang ke Hotel Busisness Tomang. Dalam hal ini, petugas menangkap seorang kurir yang siap untuk menjemput Narkotika jenis Sabu tersebut, Hendro Alias Kebot.

Kemudian petugas kembali melakukan pengembangan. Aparat pun menangkap dua warga Thailand Phijittra Thepaut alias Ploy dan Pitchanan Thongpon alias DAW serta orang Indonesia Januar Rifai.

"Berhasil disita barang bukti Narkotika jenis Sabu yang di simpan dalam dus warna coklat yang didalamnya berisikan Narkotika jenis Sabu seberat 31 Kg," ucap Dedi.

Atas perbuatannya, para pelaku disangka melanggar Pasal 114 Ayat(2) Jo Pasal 132 (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika subsidair Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama singkat 6 tahun dan paling lama 20 Tahun penjara dan denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini