nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Beberkan Peran Dokter di Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 15:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 17 337 2118213 polisi-beberkan-peran-dokter-di-kasus-penganiayaan-ninoy-karundeng-yN8Q98pVvl.jpg Ninoy Karundaeng (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto membeberkan peran dokter berinisial IZH dalam kasus penganiayaan pegiat media sosial, dan relawan Jokowi, Ninoy Karundeng.

Ia menyebutkan, pada saat kejadian, dokter tersebut berada di lokasi bersama dengan suaminya, dan tidak membantu korban yang telah dianiaya.

"Sebagai seorang tenaga medis, dia (dokter IZH) tidak ada upaya membantu seseorang yang sudah babak belur dianiaya banyak orang. Padahal korban dalam keadaan butuh dukungan medis," kata Suyudi saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

 Baca juga: Seorang Dokter Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng

Bahkan, Suyudi mengungkapkan, kalau dokter IZH bersama suaminya juga turut mengintrogasi Ninoy Karundeng saat dianiaya.

"Yang bersangkutan membiarkan (petistiwa penganiayaan), malah ikut mengintrogasi dengan suaminya yang sama-sama tenaga medis," ungkapnya.

 Ninoy

Kendati demikian, kuasa hukum dari dokter IZH, Gufroni mengklaim bahwa kliennya tidak terlibat dalam penganiayaan Ninoy. Bahkan, pada saat kejadian itu, IZH membantu mengobati Ninoy dan para demonstran yang terkena gas air mata .

Hingga Jumat, 11 Oktober 2019, polisi telah menetapkan 14 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy. Salah satunya adalah Sekretaris Jendera Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar.

 Baca juga: Ninoy Karundeng Sebut Pernyataan DKM Masjid Al Falaah Tidak Benar

Sebanyak 13 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Diberitakan sebelumnya, pegiat media sosial dan relawan Jokowi itu menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September lalu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini