nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bawa Senpi saat Demo Mahasiswa, 5 Polisi Ternyata Absen dari Apel Pengarahan

Asdar Zuula, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 15:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 17 337 2118172 bawa-senpi-saat-demo-mahasiswa-5-polisi-ternyata-absen-dari-apel-pengarahan-VfNoqBPJ6A.jpg (Foto: Asdar Zuula/Okezone)

KENDARI - Lima anggota Polres Kendari menjalani sidang disiplin oleh Divisi Propam Mabes Polri, di ruang sidang Dit Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (17 Oktober 2019).

Kelima anggota Polres Kendari itu berinisial GM, MI, MA, H dan E. Mereka disidang terkait pengamanan demonstrasi berujung rusuh di DPRD Sultra, 26 September 2019, yang menewaskan dua Mahasiswa Universitas Halu Oloe.

Hasil pemeriksaan, kelima anggota Polres Kendari itu membawa senjata api saat mengamankan unjuk rasa di DPRD Sultra, padahal sudah dilarang. Diketahui, kelimanya ternyata tidak mengikuti apel arahan dari Kapolres Kendari.

"Ada berapa sanksi yang bisa dijatuhkan kepada mereka. Bisa teguran tertulis, ditunda kenaikan pangkat, ditunda gaji berkala, sampai dengan penahanan 12 hari," jelas Karo Provos Div Propam Mabes Polri, Brigjend Hendro Pendowo, di Mapolda Sultra.

(Foto: Asdar Zuula/Okezone)

Menurut Hendro, kelima anggota Polres Kendari akan diberi sanksi seadil-adilnya sesuai pelanggaran yang mereka lakukan.

Aksi unjuk rasa ribuan massa gabungan dari sejumlah perguruan tinggi serta pelajar di Kota Kendari pada Kamis, 26 September menyebabkan dua mahasiswa tewas.

Peserta unjuk rasa Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Halu Oleo (UHO) dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini