Suap Wali Kota Medan: Tambal Biaya Keluarga ke Luar Negeri hingga Pelicin Jabatan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Kamis 17 Oktober 2019 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 17 337 2117986 suap-wali-kota-medan-tambal-biaya-keluarga-ke-luar-negeri-hingga-pelicin-jabatan-1VG8es41bw.jpg Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin (Foto: Arie Dwi Satrio)

Kemudian, 10 Oktober 2019, Syamsul menghubungi Aidiel Putra Pratama, ajudan Zulmi Eldin untuk menyampaikan adanya keperluan dana sekitar Rp800-900 juta untuk menutupi pengeluaran di Jepang. Syamsul lalu membuat daftar kepala dinas yang akan dimintai dana, termasuk yang ikut ke Jepang.

Isa Ansyari meski tak ikut ke Jepang turut dimintai. Ia pun diduga diminta uang karena karena diangkat sebagai Kadis PU oleh Dzulmi Eldin.

"Di dalam daftar tersebut, IAN ditargetkan untuk memberikan dana sebesar Rp250 juta. Kemudian, pada tanggal 13 Oktober 2019, SFI menghubung IAN untuk meminta bantuan dana sebesar Rp250 juta," ujarnya.

Keesokan harinya Isa Ansyari menghubungi Syamsul. Lalu Syamsul menyampaikan untuk mentransfer dana tersebut ke rekening bank atas nama kerabat dari Aidiel. Pada 15 Oktober 2019, Isa Ansyari mentransfer Rp200 juta ke rekening tersebut dan melakukan konfirmasi kepada Syamsul. Adapun Syamsul kemudian bertemu dengan Aidiel dan menyampaikan bahwa uang sebesar Rp200 juta sudah ditransfer ke rekening kerabatnya.

Aidiel lalu menghubungi kerabatnya dan meminta agar uang diserahkan ke rekannya sesama ajudan wali kota yang kemudian disimpan di ruangan bagian protokoler Pemkot Medan. Salah satu ajudan Wali Kota Medan yang lain yaitu Andika (AND) kemudian menanyakan kepada Isa Ansyari tentang kekurangan uang sebesar Rp50 juta yang disepakati. Isa menyampaikan untuk mengambil uang tersebut secara tunai di rumahnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini