nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Duga Penembak Helikopter Bell di Papua Kelompok Lekagak Telenggen

Saldi Hermanto, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 02:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 17 337 2117955 tni-duga-penembak-helikopter-bell-di-papua-kelompok-lekagak-telenggen-0XboXbuq9R.jpg Helikopter Bell ditembaki di Papua (Foto: Saldi Hermanto)

TIMIKA - Kodam XVII/Cenderawasih menyampaikan kelompok separatis bersenjata (KSB) kembali berulah di Kabupaten Puncak, Papua dengan cara melakukan penembakan terhadap Helikopter Bell 206 milik pihak sipil, PT Intan Angkasa Air Service register PK-IWD, Rabu 16 Oktober 2019 pagi. 

"Bertempat di area Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak telah terjadi aksi penembakan yang dilakukan oleh KSB (Kelompok Separatis Bersenjata) yang diduga dari kelompok Lekagak Telenggeng," demikian keterangan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Cpl Eko Daryanto kepada Okezone di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Helikopter Bell 206 PK-IWD yang dipiloti Dan Christian Munteanu (47) warga negara Rumania, yang sebelumnya terbang mengangkut bahan makanan dari Distrik Ilaga menuju lokasi pembangunan tower BTS B6 di Distik Ilaga Utara.

Baca Juga: Helikopter Bell 206 Ditembak di Papua, Pelaku Diduga KKB 

Usai mendropping bahan makanan dan hendak kembali ke home base PT Material Tunggal Teknik (PT MTT) di jalan Ilaga-Gome, Distrik Ilaga, ikut beserta pilot seorang penumpang yang merupakan teknisi/pekerja pembangunan tower BTS bernama Agung Dedi Hidayat (27).

 Helikopter ditembaki di Papua Foto: Saldi Hermanto

Ketika helikopter melintas diatas sekitar Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara, helikopter ditembak tiga kali oleh KSB dan peluru mengenai bagian bawah pintu kiri tembus hingga kaca depan helikopter.

"Setelah insiden penembakan yang mengakibatkan lubang di helicopter tersebut, pilot Dan Cristian Munteanu dan Agung Dedi Hidayat langsung menuju ke Koramil Ilaga untuk melaporkan kejadian tersebut. Selanjutnya bersama anggota Koramil Ilaga, pilot mendatangi Mapolsek Ilaga guna memberikan keterangan tentang insiden penembakan," ujar Kapendam.

Saat ditembak, helikopter berada pada ketinggian 8.500 feet, 2.590 mdpl atau 290 meter dari permukaan tanah. Adapun perkiraan jarak dari lokasi kejadian dengan PT MTT adalah 5 nautical mile (Nm) atau 9,26 Kilo meter (Km). Dan penembakan terjadi pada saat kecepatan helikopter berada pada 10 KH.

"Situasi di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak masih dalam keadaan aman terkendali. Kita akan berkordinasi dengan pihak Polda untuk mengidentifikasi dan mencari pelaku penembakan heli tersebut," tutur Kapendam.

Baca Juga: Jokowi Terima Paguyuban Warga Pendatang di Papua

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini