nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 20:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117901 densus-88-geledah-rumah-terduga-teroris-di-sukoharjo-ec52sEhFmE.jpg Densus 88 geledah kosan terduga teroris di Gang Manggis RT 04/RW 21 Cemani, Grogol, Sukoharjo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

SOLO – Selain melakukan penggeledahan di rumah kos yang ditempati AS, Densus 88 juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah kos yang terletak di Gang Manggis RT 04/RW 21 Cemani, Grogol, Sukoharjo.

Kedatangan Densus 88 di rumah kos yang ditempati terduga teroris berinisial K itu mengejutkan warga sekitar.

Istri Ketua RT 04/RW 21 Amin mengatakan sebelum dilakukan penggeledahan, dua hari sebelumnya, dirinya sudah didatangi beberapa orang yang diduga dari aparat kepolisian menanyakan keberadaan K.

"Dua hari sebelumnya saya didatangi orang, mungkin pak polisi. Tanya-tanya aktivitas dari K. Ya saya jawab apa adannya," katanya.

Densus 88 geledah kosan terduga teroris di Gang Manggis RT 04 RW 21 Cemani, Grogol, Sukoharjo. (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

Istri Ketua RT tersebut mengaku tidak begitu mengetahui aktivitas K. Yang dia tahu, K itu setiap harinya mengambil rukuh dari konveksi. Setelah itu, rukuh tersebut dibawa ke tempat kosnya dan dilukis, sebelum dijual kembali.

"Yang saya tahu, K itu mengambil rukuh dari konveksi. Dibawa terus dilukis. Itu alat lukisnya masih ada," ujarnya sambil menunjukkan perlengkapan lukis yang tergeletak di bawah.

K baru setahun menempati rumah kakeknya bernama Atmo tersebut. Sebelumnya, K ungkap Istri Ketua RT, tinggal di RT 15. Setelah rumah kakeknya yang disekat menjadi rumah kos, selesai ditempati, K pindah menempati ruangan dari rumah kakeknya itu.

"Itu rumah dari Mbah Atmo, yang disekat dua dan dijadikan kamar. K itu tadinya kontrak di RW 15, setelah penghuni kamar di rumah kakeknya, masa kosnya selesai, K pindah ke sini," tuturnya.

Sikap tertutupnya K ternyata tidak hanya pada warga sekitar. Bude dari K yang tak mau disebutkan namanya pun mengakui kalau K itu jarang berinteraksi dengan keluarga dan saudara-saudaranya.


Baca Juga : Terduga Teroris di Sukoharjo Sehari-hari Jualan Boneka di Pasar Klewer

"Ojo meneh ambi tetangga, lah wong Karo sedulur dewe Yo gak tau caturan (jangankan sama tetangga, sama saudara sendiri saja tidak pernah omongan)," kata bude K yang mengatakan bila terduga teroris itu anak kedua dari adiknya.

Di kamar kos itu, K tinggal bersama istri dan kedua anak laki-lakinya yang duduk di bangku kelas I dan VI sekolah dasar.


Baca Juga : Pasutri Terduga Teroris di Malang Berafiliasi dengan Penusuk Wiranto

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini