nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karnaval Budaya Batal karena Jokowi Ingin Pelantikan Presiden Sederhana, Relawan Apresiasi

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 20:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117895 karnaval-budaya-batal-karena-jokowi-ingin-pelantikan-presiden-sederhana-relawan-apresiasi-Lq9SpiJ1MX.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin. (Dok Okezone.com)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta acara syukuran inagurasi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 yang digagas relawan tidak dilakukan. Itu karena Jokowi ingin langsung bekerja setelah dilantik.

"Bapak Presiden inginkan acara yang digagas relawan untuk tidak dilaksanakan secara berlebihan. Parade budaya, karnaval, dan pawai kebudayaan nusantara dibatalkan. Gajah Projo yang sudah dipersiapkan untuk tampil juga dengan berat hati tidak jadi beraksi. Jangankan gajah. Kami pun bersedih dan berat hati," ujar Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, saat jumpa pers di Kantor Kepala Staf Presiden, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

KSP Moeldoko menyebut, Jokowi ingin segera bekerja, sehingga tidak perlu ada kesenangan yang berlebihan. "Tak perlu ada euforia agar teman-teman yang menyiapkan tidak kecewa. Langsung bekerja itu yang ditunggu masyarakat," kata Moeldoko.

Menurut Moeldoko, pada dasarnya Jokowi sangat mengapresiasi dan bangga atas berbagai upaya relawan dan segenap komponen masyarakat untuk mengadakan syukuran, mulai karnaval dan parade budaya dengan melibatkan massa cukup besar.

"Supaya jangan sampai nanti ada diskusi berkepanjangan. Saya ajak teman-teman relawan bisa memahami. Intinya Bapak Presiden mau kerja saja," ucap Moeldoko.

KSP Moeldoko.

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi menuturkan, pihaknya memang menyiapkan usulan perayaan Inagurasi pada 20 Oktober 2019, sama seperti perayaan 5 tahun lalu.

Budi mengaku pihaknya sudah menyiapkan pawai gajah dari Way Kambas serta tarian dari seluruh Indonesia untuk menyemarkaan pelantikan presiden.

“Bahkan ratusan ribu massa Projo dari seluruh Indonesia sudah siap bergerak ke Jakarta. Tetapi, karena berbagai pertimbangan termasuk suasana sederhana dan khidmat, kami memahami. Dengan berat hati kita batalkan,” ucap Budi.


Baca Juga : Jokowi Ingin Syukuran Sederhana, Karnaval Budaya Pelantikan Presiden Dibatalkan

Pihaknya pun memohon maaf kepada seluruh relawan dan pendukung Jokowi untuk memahami kondisi ini.

Dia mengapresiasi alasan Presiden bahwa perayaan berlangsung sederhana.

"Kita pertimbangkan semangat Pak Presiden yang ingin perayaan berlangsung sederhana, penuh hikmat, dan spirit Pak Presiden untuk pemerintahan ini langsung bekerja. Kita harus sambut positif," kata Budi Arie Setiadi.


Baca Juga : Karnaval Budaya Batal, Istana Pilih Gelar Doa Bersama Usai Jokowi-Ma'ruf Dilantik

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini