nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngabalin: Alhamdulillah Kalau Prabowo Jadi Menhan Presiden Jokowi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117811 ngabalin-alhamdulillah-kalau-prabowo-jadi-menhan-presiden-jokowi-ZOzXLZheqj.jpg Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengucapkan rasa syukur apabila isu mengenai Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) jilid II Kabinet Kerja Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), dapat terwujud.

"Kalaulah nanti benar seperti yang ditulis banyak orang dan yang kami dengar terkait kemungkinan beliau menjadi menteri pertahanan atau lain-lain, saya alhamdulillahirobilalamin," kata Ngabalin usai FGD Polri di Hotel Cosmo Amaroossa, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

Menurut Ngabalin, sosok Prabowo sudah dirasa tepat apabila menduduki kursi pembantu Presiden di bidang Pertahanan. Mengingat, Prabowo memiliki latar belakang prajurit TNI.

Baca Juga: Dasco Tegaskan Gerindra Tidak Meminta & Ditawarkan Menteri Pertahanan

"Karena pasti sudah punya latar belakang militer yang luar biasa kami tau itu akan memberikan kontribusi terhadap kerja sistem pertahanan negara," ujar Ngabalin.

Di sisi lain, Ngabalin juga menyinggung pertemuan Prabowo dan Jokowi beberapa waktu lalu. Menurutnya, tatap muka dua tokoh itu memberikan pesan politik damai untuk seluruh elemen masyarakat.

"Kenapa penting, karena pertemuan dengan elite politik atau para negarawan itu bisa memberikan suasana sejuk adem menyongsong jelang pelantikan bapak Presiden. Kita tahu sebelumnya kejadian ini itu segala macam," ucap Ngabalin.

Foto: Okezone/Fakhrizal

Selain itu, Ngabalin juga mengapresiasi pernyataan dari Prabowo yang akan bersedia membantu pemerintahan Jokowi jilid II apabila memang dibutuhkan.

Kendati demikian, Ngabalin menekankan, pernyataan itu jangan langsung ditafsirkan secara politik bahwa Gerindra dan gerbongnya akan bergabung ke dalam barisan pemerintahan.

"Dan itu memberikan isyarat juga kalau lah nanti tidak ada bergabung dengan pemerintah paling tidak dalam posisi penyeimbang, di luar pemerintah, atau posisi oposisi itu adalah suatu hal yang mulia. Karena orientasinya membangun kepentingan bangsa dan negara," tutup Ngabalin.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini