nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok UAS di Mata Mahasiswa UIN Suska, Disiplin Tak Pernah Marah

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 17:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117799 sosok-uas-di-mata-mahasiswa-uin-suska-disiplin-tak-pernah-marah-YxP0SP6q0M.jpg UAS saat masih mengajar di UIN Suska (Foto: Ist)

PEKANBARU - Kepergian Ustadz Abdul Somad (UAS) karena memutuskan berhenti mengajar di Universitas Islam (UIN) Sultan Syarif Kasim (SSK) II membuat kesedihan para mahasiswa. Di mata mahasiswa, UAS merupakan sosok kharismatik dan disiplin dalam mengajar.

"Beliau itu orangnya sangat disiplin. Dia mengajar selalu tepat waktu. Dia merupakan sosok yang menjadi tauladan," kata Wahyudi Irawan kepada Okezone (16/10/2019)

Wahyudi menceritakan bahwa, dia merupakan satu dari ribuan mahasiswa UIN Suska Riau bisa langsung menimba ilmu dari dai kondang itu. Dia mengatakan, UAS pernah mengajar di kelasnya waktu masih duduk di semester I.

Abdul Somad

Selama mengajar, pendakwah asal Asahan, Sumatera Utara itu dikenal sebagai orang yang menghargai waktu. Ajaran disiplin itu yang diselalu diingatkan kepada para mahasiswanya. Jika ada mahsiswa yang berbuat salah, dia tidak marah dan selalu membimbingnya.

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Mundur dari PNS

"Dia dosen yang sangat disipilin. Dia mengajar tepat waktu, walau kita tau beliau merupakan sosok yang super sibuk. Waktu priode kami, semester I ada enam kelas. Kebetulan saya di kelas E dan dia dosen kami. Dia mengajar ilmu hadist. Jadi ilmu hadis dosennya banyak. Kita tentu beruntung bisa bertemu dengannya. Dari 16 kali pertemuan, dia selalu hadir. Kan ada juga biasanya karena berhalangan, dosen titip tugas ke mahasiswa. Kalau sama UAS dari 16 kali pertemuan dia selalu mengajar. Dia juga dikenal orangnya tidak pernah marah," imbuh mahasiwa yang kini sudah semester 7 Ilmu Alquran dan Tafsir.

Baca Juga: UIN Suska Tegaskan Pengunduran Diri UAS Bukan karena Tekanan Politik

Rido Rasid mahasiswa UIN Suska lainnya juga mengungkapkan kehilangan atas sosok ustadz kondang yang cerdas dan rendah hati. Dia juga mengaku senang bisa belajar langsung dari UAS.

"Dia itu sosok yang sangat baik. Ilmu sangat luar biasa. Saya beruntung karena bertemu di semester I dan II dengan beliau. Dia sangat disiplin sekali. Ilmu yang disampaikannya juga sangat mudah dipahami. Dia selalu memberikan diskusi dan tanya jawab saat di kelas. Kita sangat kehilangan. Tapi itu sudah menjadi keputusan beliau untuk mundur dari UIN," ucap mahasiswa yang sekarang di semester 7 itu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini