nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wakil Wali Kota Medan Sebut Pihak yang Minta "Bantuan" Pejabat Jadi Beban

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117789 wakil-wali-kota-medan-sebut-pihak-yang-minta-bantuan-pejabat-jadi-beban-OshS8aqDiX.jpg Balai Kota Medan tampak lengang (Foto: Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, meminta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, untuk tetap bekerja seperti biasa pasca penangkapan Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, lewat operasi tangkap tangan yang digelar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa 15 Oktober 2019 malam kemarin.

Menurut Akhyar, semua lini pelayanan publik di Pemerintah Kota Medan, harus tetap berjalan normal meski saat ini mereka sedang berduka pasca penangkapan itu.

"Ya kita harus pastikan pelayanan publik berjalan normal seperti biasa," kata Akhyar, Rabu (16/10/2019).

Baca Juga: Wali Kota Ditangkap KPK, Pemkot Medan Bakal Kooperatif Penuhi Keinginan KPK

Akhyar juga mengingatkan kepada para ASN untuk menghindari segala bentuk perbuatan melanggar hukum. "Utamanya perbuatan korupsi yang merugikan masyarakat,"pungkasnya.

Sementara itu kepada masyarakat, Akhyar berharap masyarakat berhenti membebankan para pejabat pemerintahan dengan proposal pengajuan bantuan dana. Proposal-proposal itu sering kali membuat para pejabat terjerumus pada perilaku korupsi.

"Selama ini kan masyarakat beranggapan kalau minta bantuan sama pejabat. Ini menjadi beban bagi pejabat. Mari kita kurangi. Ayo kita jaga pejabat ini. Penyelenggara negara jangan dibebani yang seperti ini jika ingin bangsa ini bagus. Termasuk dari proposal bantuan dana politisi. Kita tahu sama tahu lah,"tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini