nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bagaimana Nasib Tujuh Proyek di Indramayu yang Diduga Dikorupsi Supendi?

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 17:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117770 bagaimana-nasib-tujuh-proyek-di-indramayu-yang-dikorupsi-supendi-Y4WoxsHJmH.jpg Bupati Indramayu terjaring KPK, Supendi (Foto: Ist)

INDRAMAYU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Indramayu, Jawa Barat, Supendi (SP) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengaturan proyek di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada seorang bernama Carsa selaku rekanan penggarap proyek tersebut.

Dari data yang dihimpun Okezone, tercatat Supendi mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Nilai proyek itu ditaksir mencapai sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepada Carsa, Supendi diduga kerap meminta sejumlah uang. Supendi sudah mulai meminta uang sejumlah Rp100 juta sejak Mei 2019. Selain Supendi ternyata dua orang lainnya yakni Kadis PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah dan Kabid Jalan di Dinas PUPR Indramayu Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa.

Supendi

Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya ini, disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Total uang dugaan suap yang diterima oleh Supendi dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda. Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

Nasib Sejumlah Proyek Usai Supendi Ditangkap KPK

Menurut penuturan Wakil Bupati Indramayu Taufik Hidayat, pengerjaan proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu akan tetap berjalan, meski Supendi, Omarsyah, serta Wempy sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Taufik mengaku, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah-langkah untuk tetap menjalankan proyek pembangunan, yang sudah dikerjakan di Kabupaten Indramayu.

"Tetap harus jalan untuk pembangunan ini jangan sampai terhenti. Makanya kami ambil langkah-langkah untuk bisa mengisi kekosongan ini," kata Taufik kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Ketika disinggung mengenai ketujuh proyek yang tersangkut kasus dugaan suap Supendi, apakah akan dihentikan proses pengerjaannya atau tidak, Taufik mengatakan pihaknya akan menunggu hasil dari penyidikan kasus tersebut. Namun meski begitu, ia merasa pengerjaan proyek-proyek akan tetap berjalan.

"Kan itu udah berjalan. Kita liat hasil dari penyidik seperti apa. Kalau harus dihentikan, tapi saya rasa sudah berjalan. Proses pembangunan tetap akan berjalan, tidak ada masalah," tambahnya.

Taufik bersalasan, jika proyek pembangunan itu memang diharapkan oleh masyarakat Indramayu. Menurutnya, masyarakat ingin agar proyek tersebut tetap dijalankan. Ia memastikan tidak ada penambahan dana dari APBD untuk proyek itu.

"Pembangunan itu diharapkan oleh masyarakat. Masa harus dihentikan. Itu keinginan masyarakat. Jalan-jalan itu kan kita lagi gencar-gencarnya untuk perekonomian. Harus kita selesaikan," ucap dia.

Sekedar informasi, sebelumnya KPK mengamankan delapan orang saat menggelar OTT di Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa 15 Oktober 2019 dini hari. Kedelapan orang tersebut terdiri dari Bupati Indramayu Supendi, ajudannya, pegawai rekanan, serta beberapa pejabat Dinas Pekerjaan Umum Indramayu.

Selain menangkap delapan orang, petugas KPK juga mengamankan uang ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga terkait suap di Dinas PU Indramayu. (KHA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini