nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Bolehkan Demo saat Pelantikan Presiden, Polda Metro Tak Keluarkan Izin

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 15:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117699 jokowi-bolehkan-demo-saat-pelantikan-presiden-polda-metro-tak-keluarkan-izin-QtpfiSL59S.jpg Kombes Argo Yuwono.

JAKARTA - Polda Metro Jaya memutuskan tidak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi unjuk rasa hingga acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 selesai dilaksanakan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, diskresi kepolisian itu bertujuan menjaga harkat dan martabat Indonesia di mata internasional. Pasalnya, pelantikan itu dihadiri pimpinan dan perwakilan dari negara-negara sahabat.

"Dengan adanya pelantikan presiden dan wakil presiden yang dihadiri oleh pimpinan negara asing, dan untuk menjaga harkat dan martabat Indonesia, maka Polda Metro Jaya menggunakan kewenangan diskresi kepolisian untuk tidak menerbitkan STTP unjuk rasa," kata Argo, Rabu (16/10/2019).

Foto: Bramantyo/Okezone

"Hal itu sesuai dengan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum," ujarnya.

Pernyataan tersebut justru berbeda dengan Presiden Jokowi. Kepada awak media, ia menyampaikan tidak pernah melarang masyarakat menggelar demonstrasi. Sebab, unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi.

“Namanya demo dijamin konstitusi. Tidak ada (pelarangan)," ungkap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini