Protokoler Wali Kota Medan Kabur dan Nyaris Tabrak Petugas KPK saat Akan Ditangkap

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 16 Oktober 2019 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 16 337 2117678 protokoler-wali-kota-medan-kabur-dan-nyaris-tabrak-petugas-kpk-saat-akan-ditangkap-ER5Mi6mr6V.JPG Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto : Dok Okezone.com)

JAKARTA – Dua petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nyaris ditabrak staf protokoler Wali Kota Medan berinisial AND saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa, 15 Oktober 2019, malam.

Awalnya, tim menggelar OTT di Medan dan akan menangkap sejumlah pihak yang diduga terlibat kasus dugaan suap terkait setoran dari sejumlah dinas untuk Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, pada Selasa, 15 Oktober 2019, malam.

Salah satu orang yang disasar petugas KPK yakni staf protokoler Wali Kota Medan, AND. ‎Saat itu, tim melihat sebuah mobil Avanza yang diduga dikendarai AND ketika sedang menyatroni rumah kepala dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan. Tim kemudian mengikuti mobil tersebut.

"Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti. Namun, Saudara AND tidak turun," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Rabu (16/10/2019).

Gedung Merah Putih KPK. (Dok Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Lantas, tim menghampiri mobil tersebut dan menjelaskan bahwa berasal dari KPK sekaligus menunjukkan identitasnya. Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak tim KPK.

"Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan," ucap Febri.

‎AND berhasil kabur dari sergapan petugas KPK. Saat ini, tim sedang memburu keberadaan AND karena diduga menerima uang suap Rp50 juta untuk Wali Kota Medan. KPK mengimbau AND segera menyerahkan diri.

"Kami ingatkan pada seluruh pihak yang ada agar tidak menghambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap kooperatif. Kepada Saudara AND agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas," katanya.

Sebelumnya, KPK telah mengamankan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan enam orang lainnya dalam OTT malam tadi. Enam orang lainnya terdiri atas unsur kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), protokoler, ajudan Wali Kota, serta pihak swasta.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di KPK. (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Tak hanya itu, tim mengamankan uang senilai lebih dari Rp200 juta dalam operasi senyap tersebut. Uang tersebut diduga terkait suap setoran dari dinas setempat untuk Wali Kota Medan.

Saat ini, Dzulmi Eldin telah tiba di KPK dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. KPK juga akan membawa empat orang lainnya yang ikut diamankan dalam operasi senyap tersebut ke Jakarta pada sore ini.


Baca Juga : Pasca-OTT, Ruang Kerja Wali Kota Medan Disegel KPK

KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan terkait OTT di Medan.


Baca Juga : Rekam Jejak dan Kontroversi Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan yang Terjaring OTT KPK

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini