nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekam Jejak dan Kontroversi Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan yang Terjaring OTT KPK

Erie Prasetyo, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 12:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117612 rekam-jejak-dan-kontroversi-dzulmi-eldin-wali-kota-medan-yang-terjaring-ott-kpk-E2Uorl0QX6.jpg Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin (Foto: Ist)

MEDAN - Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin mendadak ramai dibicarakan pagi ini. Dia dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan barang bukti uang Rp200 juta.

Selain Eldin, 6 orang termasuk pejabat Pemkot Medan dan pihak swasta juga dikabarkan terjaring OTT dan masih diperiksa di Polrestabes Medan.

Dzulmi Eldin lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 4 Juli 1960. Dia merupakan alumni SMA Negeri 1 Medan. Sebelum jadi wali kota Medan, Eldin merupakan pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga: Wali Kota Medan Ditangkap dalam OTT Ke-21 KPK Sepanjang 2019

Karier Eldin melejit saat dia menjadi Kepala Dinas Pendapatan Kota Medan. Dia kemudian ditujuk sebagai Sekretaris Daerah Kota Medan.

Pada tahun 2010, Eldin maju di Pilkada Medan sebagai wakil wali kota, berpasangan dengan Rahudman Harahap. Mereka terpilih dengan meraih 485.446 suara atau 65,88 persen dari lawannya Sofyan Tan-Nelly Armayanti.

Baca Juga: Jelang Diberlakukan UU Baru, KPK Cetak "Hattrick" OTT dalam 2 Hari

Eldin ditetapkan sebagai wali kota definitif setelah sebelumnya menjadi Plt wali kota Medan. Hal itu dia raih karena Rahudman dipenjara karena kasus korupsi APBD Tapanuli Tengah pada 2014.

Eldin kemudian bertarung kembali di Pilkada Medan tahun 2015. Dia berpasangan dengan Ahyar Nasution dan mendapat dukungan dari 8 partai politik yakni PDIP, Nasdem, Golkar, PKS, PAN, PKPI, PBB dan Perindo.

Kala itu Eldin dan Ahyar bertarung melawan pasangan Ramadhan Pohan dan Edie Kusuma yang diusung oleh Gerindra, Demokrat dan Hanura. Eldin dan Ahyar menang dengan memperoleh suara memperoleh 346.406 suara atau 71,72 persen.

Isu Tak Sedap Sering Menerpa Eldin

Eldin sering diterpa isu tak sedap, mulai dari sindiran Presiden, dugaan korupsi sampai dugaan perselingkuhan.

Presiden Joko Widodo pernah menyindir Eldin karena jalan di kota Medan banyak yang rusak. Kala itu banyak warga Medan yang memperbesar isu tersebut karena memang faktanya jalan di Medan banyak yang rusak.

Eldin juga pernah diterpa isu dugaan korupsi saat dia menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan pada tahun 2006 -2007.

Bahkan Eldin sempat dilaporkan ke Polda Sumut dan KPK oleh Forum Jurnalis Anti Korupsi Sumatera Utara (FJ-AKS) atas dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang diduga merugikan negara hingga Rp14 miliar.

Terkait isu perselingkuhan, hal ini pernah menerpa Eldin sebagai bentuk black campaign di Pilkada Medan 2015. Kala itu sebuah media massa memberitakan bahwa seorang perempuan mengaku selingkuhan Eldin merasa dicampakkan dan saat itu si perempuan berada di Jakarta.

Namun terkait isu tersebut tidak terbukti kebenarannya. Sedangkan media tersebut juga pernah dilaporkan atas pemberitaan yang tidak benar dan fitnah atas pencemaraan nama baik salah satu pengusaha di Medan. Kasus tersebut telah inchract dengan 2 orang pelaku.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini