nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggota BPK Kembali Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Air Minum KemenPUPR

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 11:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117575 anggota-bpk-kembali-dipanggil-kpk-terkait-suap-proyek-air-minum-kemenpupr-dQjLiVYbLH.jpg Gedung KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Pengusutan tersebut ditandai dengan banyaknya pemeriksaan saksi.

Sejalan dengan itu, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap ‎sembilan saksi untuk kasus ini. Sembilan saksi tersebut yakni, tiga anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Nasruhan, Ida Farida dan Abdul Haris; PNS KemenPUPR, Juliana Lestari.

Kemudian, Dirut PT Paesa‎ Pasindo Engineering, Panal Banjar Nahor; PNS Ditjen Cipta Karya KemenPUPR, Rusdi; Dirut PT Minarta Dutahutama, Purnama Dasadiputra Prasetyo; serta dua Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo, Lily Sundarsih dan Budi Suharto.

"Mereka diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka ‎LJP (Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo)," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak melalui pesan singkatnya, Rabu (16/10/2019).

KPK

Baca Juga: Dua Tersangka Baru Suap Proyek SPAM Kemen-PUPR Diperiksa KPK

Sebelumnya, KPK telah menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rizal Djalil dan Komisaris PT Minarta Dutahutama, Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek SPAM di KemenPUPR.

Dalam perkara ini, Rizal diduga menerima suap dari Leonardo dengan total nilai 100.000 dolar Singapura pecahan 1.000 dolar Singapura. Uang tersebut diserahkan Leonardo kepada Rizal melalui salah satu pihak keluarga.

‎Uang tersebut diduga berkaitan dengan proyek Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar. Rizal disinyalir meminta proyek tersebut kepada petinggi SPAM KemenPUPR untuk kemudian dikerjakan proyek oleh perusahaan Leonardo.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Rizal‎ disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sedangkan yang diduga sebagai pemberi suap, Leondardo disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal

13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini