Daya Tahan PAN Dipertanyakan Jika Ingin Jadi Oposisi

Sarah Hutagaol, Okezone · Rabu 16 Oktober 2019 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 16 337 2117559 daya-tahan-pan-dipertanyakan-jika-ingin-jadi-oposisi-gLUI61SJsQ.jpg Partai Amanat Nasional (PAN) (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin mempertanyakan kekuatan Partai Amanat Nasional (PAN) jika memutuskaan untuk menjadi oposisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasalnya, menurut Ujang, menjadi oposisi dalam pemerintahan bukanlah hal yang akan mudah dilalui oleh PAN. Apalagi selama ini, ia menilai PAN selalu memiliki watak berada di dalam pemerintahan.

"Cuma persoalannya seberapa besar daya tahan PAN untuk menjadi oposisi, karena menjadi oposisi itu kan menderita," ucap Ujang kepada Okezone, Rabu (16/10/2019).

"Tidak punya jabatan, tidak punya kekuatan logistik, lalu dikerjai pemerintah, dicari-cari kesalahannya, kuat enggak PAN begitu?" lanjutnya.

PAN

Baca Juga: PAN Beri Sinyal Akan Tetap Bersama PKS Menjadi Oposisi

Kini, PAN diisukan akan bergabung ke partai koalisi Jokowi lantaran pertemuan dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi di Istana Presiden, Jakarta, kemarin, 14 Oktober 2019.

Namun, Ujang berharap kalau PAN bisa menentukan posisinya menjadi oposisi dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin selama 5 tahun ke depan agar terciptanya pengontrolan.

"Kalau saya, untuk check and balances, untuk membangun kekuatan oposisi, walaupun tidak banyak, hanya dengan PKS katakanlah, lebih baik di oposisi," tutup Ujang.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini