nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pekan Politik Paling Menegangkan, Akankah Gerindra Gabung Koalisi?

Rizka Diputra, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 07:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 16 337 2117474 pekan-politik-paling-menegangkan-akankah-gerindra-gabung-koalisi-bL3AN4hXK1.JPG Momen keakraban Jokowi dan Prabowo saat bertemu di kawasan Senayan beberapa waktu lalu (Foto: Biro Pers Setpers RI)

JAKARTA - Pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 hanya tinggal menghitung hari. Ya, akhir pekan nanti tepatnya 20 Oktober 2019 Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan mengucap sumpah untuk memimpin Indonesia dalam lima tahun ke depan. Mengemban tugas sebagai kepala negara tentu bukan perkara mudah.

Presiden harus jitu menunjuk orang-orang yang kelak bakal mengisi kabinet sebagai pembantunya untuk mewujudkan visi-misi membangun Indonesia menjadi lebih baik ke depan.

Pengamat politik dan hukum dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Saiful Anam berpendapat, meski Jokowi hingga saat ini belum final menentukan susunan menteri periode 2019-2024. Ia menduga utak-atik posisi kursi menteri masih akan terus terjadi hingga Sabtu 19 Oktober 2019 atau H-1 pelantikan.

"Saya kira, pekan ini adalah pekan paling menegangkan dunia politik. Siapa yang akan menjadi pembantu Jokowi akan diumumkan akhir pekan ini," ucapnya, Rabu (16/10/2019).

Ia juga menyinggung soal safari politik yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang telah menemui Jokowi dan ketum parpol koalisi Jokowi. Menurutnya, fenomena itu merupakan tanda-tanda jika kubu mereka tak mustahil masuk lingkaran pemerintah.

"Jika Gerindra masuk koalisi saya kira hanya akan dapat 2 hingga 3 kursi menteri," tuturnya.

Prabowo dan Surya Paloh

Sedangkan untuk Partai Demokrat, jika bergabung dengan koalisi, menurut Saiful kemungkinan hanya akan mendapat jatah satu kursi menteri. Dua nama yang menurutnya bisa mencuat untuk dipertimbangkan masuk kabinet Jokowi ialah Agus Harimurti Yudhoyono dan salah satu pendiri Partai Demokrat yang juga Ketua Umum Relawan Jokowi (Rejo), HM. Darmizal.

Jokowi disarankan untuk tidak memasukkan nama menteri dari partai yang berseberangan saat Pilpres lalu terlalu banyak. Sebab, tak menutup kemungkinan mereka akan jadi batu sandungan sang petahana.

"Jangan sampai mereka malah jadi duri dalam daging, jadi akan merepotkan presiden sendiri. Karena, kekuatan politik partai koalisi di parlemen sudah 63 persen. Itu sudah bagus kok. Selain itu, Jokowi harus berhati-hati, karena bisa jadi, hari ini kawan koalisi, 2024 justru jadi lawan berat PDIP," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini