nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pegawai Undip Dipolisikan karena Nyinyir Wiranto, Rektor: Berkali-kali Sudah Diingatkan

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 17:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 337 2117248 pegawai-undip-dipolisikan-karena-nyinyir-wiranto-rektor-berkali-kali-sudah-diingatkan-asShcBZxr6.jpg Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama (Foto: Taufik Budi)

SEMARANG - Seorang pegawai Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah dilaporkan ke polisi karena diduga menulis status yang menyinggung Menko Polhukam Wiranto di media sosial. Unggahan di media sosial itu dinilai melecehkan dan bernada provokatif.

Pria yang menempati posisi staf administrasi itu sebelumnya dilaporkan kelompok masyarakat Gerakan Jalan Lurus (GJL) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Tengah, Senin 14 Oktober. Dia melakukan dua kali unggahan di media sosial pada 8 dan 10 Oktober.

"Sementara ini khusus untuk yang ditangani kepolisian kita ikuti hukum seperti apa," kata Rektor Undip Prof Yos Johan Utama kepada awak media usai upacara Dies Natatalis ke-52 Undip, Selasa (15/10/2019).

Baca Juga: Mahfud MD : Yang Mengatakan Penusukan Wiranto Settingan, Sadis dan Kejam 

Wiranto ditusuk terduga teroris Foto: Ist

Pihaknya mengaku sudah kerap mengingatkan seluruh pegawai di lingkungan Undip untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Terlebih bila mendapatkan informasi baru yang belum diketahui kebenarannya, maka mesti ditelaah sebelum dibagikan ke warganet.

"Enggak kurang-kurang kita sudah mengingatkan berkali-kali bahwa berhati-hati bijak dalam menggunakan media sosial, berkali-kali tapi ada saja yang seperti itu," ujarnya.

"Dia (yang dilaporkan polisi) staf administrasi," imbuhnya.

Kini pihak Undip masih menunggu hasil penyelidikan polisi terkait kasus yang menjerat pegawainya itu. "Tentu kita menunggu hasil (penyelidikan) di kepolisian dalam proses itu. Kalau memang terdapat pelanggaran disiplin PNS berarti kita lihat nanti, ada proses proses pemeriksaan seperti yang lalu-lalu juga diproses dan periksa, ada rekomendasinya. Tinggal kita lihat rekomendasinya," ujarnya.

Baca Juga: Tim Densus 88 Kembali Menangkap Terduga Teroris di Cirebon

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini