nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 88 Tangkap 26 Terduga Teroris Sejak Penusukan Wiranto

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 16:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 337 2117226 densus-88-tangkap-26-terduga-teroris-sejak-penusukan-wiranto-OlPX68kNKZ.jpeg Konferensi pers Divisi Humas Polri (Foto Divisi Humas Polri)

JAKARTA – Densus 88 Antiteror telah menangkap 26 orang terduga teroris sejak insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019 hingga Selasa (15/10/2019). Mereka diduga jaringan kelompok teroris berbaiat ke ISIS.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, penangkapan tersebut bagian dari upaya mitigasi serangan teror.

“Sampai tanggal 15 (Oktober) ini sudah 26 orang (ditangkap)," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dalam kurun 10 hingga Senin 14 Oktober kemarin, Densus 88 Antiteror dibantu kepolisian daerah sudah menangkap 22 terduga teroris masing-masing di Banten, Bali, Jakarta, Sulawesi Utara, Jambi, Lampung, Sulawesi Tengah, Jawa Barat dan Lampung.

 Terorisme

Penangkapan terduga teroris di Cirebon (Okezone.com/Fathnur)

Kemudian ada empat orang lagi diciduk sejak Senin malam tadi. Dua di antaranya ditangkap di Kota Cirebon yakni berinisial S. Kemudian inisial LT diciduk di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Baca juga: Densus 88 Kembali Menangkap Terduga Teroris di Cirebon

Selasa pagi, Densus 88 kembali mengamankan dua orang lagi di Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Keduanya berinisial A dan MH merupakan pasangan suami-istri dan masih diperiksa.

Terduga teroris yang ditangkap mayoritas dari jaringan Jamaah Ansarut Daulah (JAD) dan ada juga dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Menurut Dedi, dari pemeriksaan sementara terduga teroris yang ditangkap itu tidak ditemukan adanya rencana aksi terkait dengan upaya penggagalan pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada Minggu 20 Oktober 2019.

"Tidak ada keterkaitan dengan penggagalan proses pelantikan Presiden. Mereka belum ditemukan jejak upaya amaliah (penyerangan) di pelantikan Presiden," ujar Dedi.

 

Dedi menjelaskan, dari informasi, para terduga teroris itu akan melancarkan aksinya di beberapa wilayah Indonesia. Sasarannya antara lain adalah tempat ibadah.

"Mereka melakukan serangan terorisme ada di Cirebon, Bandung, Yogya juga sama tampat ibadah dan Mako serta sama saja yang di Solo," ucap Dedi.

Dedi meminta masyarakat tidak khawatir ataupun cemas dengan kondisi keamanan, karena Polri telah melakukan pengamanan maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini