nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB Nilai Safari Politik Prabowo untuk Koalisi hanya Asumsi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 12:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 337 2117086 pkb-nilai-safari-politik-prabowo-untuk-koalisi-hanya-asumsi-0MbYk7qXoK.jpg Prabowo dan Cak Imin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan safari politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bukan untuk koalisi. Menurutnya hak itu hanya sebatas asumsi liar sebab belum ada keputusan resmi dari Gerindra.

"Ini kan baru asumsi, belum ada kepastian bahwa Gerindra itu masuk atau yang lain masuk, belum ada kepastian. Nanti kalau sudah diumumkan baru di situ," kata Jazilul di Gedung Parlemen Senayan, Selasa (15/10/2019).

Jazilul juga menjelaskan, dalam safari politik yang dilakukan dengan PKB juga Prabowo tidak mewacanakan akan bergabung. Prabowo hanya menegaskan bahwa siap untuk membantu pemerintah. Begitu juga dengan persoalan menteri ia tidak meminta-minta.

"Dari semalam pertemuan pak Prabowo tidak menyampaikan bahwa pak Prabowo minta menteri atau minta bantu ke Cak Imin, tidak. Pak Prabowo hanya menyampaikan Gerindra siap bekerja sama di dalam pemerintahan ataupun di luar pemerintahan," tuturnya.

Prabowo

Baca Juga: Bertemu di Markas PKB, Prabowo Cipika-Cipiki dengan Cak Imin

Menurut Jazilul, domain menteri bukan berada di ketua umum parpol koalisi melainkan hak dari presiden untuk menentukan siapa pembantu kabinet selanjutnya.

"Kalau urusan menteri urusan pak Jokowi bukan urusan Cak Imin. Tetapi kesepahaman kesepakatan apa penyamaan visi semua parpol, saya pikir penting hari ini jangan sampai ada istilah parpolisasi karena justru parpol sendiri tidak kompak," tuturnya.

Jazilul juga menjelaskan bahwa pihaknya tidak keberatan apabila nantinya Partai Gerindra mendapat jatah menteri. Namun ia meyakini Jokowi akan memprioritaskan parpol koalisi yang sudah lebih dulu mendukung atau istilahnya yang disebut oleh Cak Imin sebagai makmum masbuk.

Artinya kata dia, jamaah yang datang belakangan akan mendapat barisan di belakang. "Mana makmum yang sudah datang duluan (atau belakangan) kalau di kita yang datang duluan baris pertama itu dapat unta. Kalau datang belakangan dapat jatah belakangan," tukasnya. (edi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini