nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini BEM SI Putuskan Akan Demo Atau Tidak

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 11:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 15 337 2117051 hari-ini-bem-si-akan-putuskan-akan-demo-atau-tidak-sPnmeYRZlG.jpg Aksi Mahasiswa di DPR (Foto: Okezone/Harits)

JAKARTA - Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI Wilayah Jabodetabek-Banten, Muhammad Abdul Basit mengatakan belum ada rencana untuk menggelar aksi unjuk rasa hari ini di DPR Selasa (15/10/2019).

Abbas sapaan akrabnya mengatakan, saat ini elemen mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI masih melakukan konsolidasi untuk menentukan apakah akan turun atau tidak.

"Kepastiannya hari ini (aksi atau tidak) sore kita lagi konsolidasi dulu," kata Abbas saat dikonfirmasi Okezone.

Abbas juga menjelaskan soal desakan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat menggelar aksi di DPR beberapa waktu lalu yang meminta agar presiden segera menerbitkan Peratuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

Demo

Baca Juga: Aliansi BEM Seluruh Indonesia Akan Geruduk Gedung DPR

Menurutnya hal itu bukan datang dari BEM SI melainkan dari Universitas Trisaksi yang saat itu juga menggelar aksi bersama-sama. Trisakti sendiri tidak termasuk kedalam BEM SI.

"Sebenernya desakan itu bukan dari BEM SI tapi dari kawan kita yang lain Trisakti . Kalau penekanan dari kita sebelum tangg 14 (Oktober) kita minta pak Jokowi untuk keluarkan Perppu jadi kalau pun kita aksi besok atau lusa desakannya sama soal Perppu," tuturnya.

Abbas tidak menjelaskan pukul berapa konsolidasi untuk merencanakan aksi akan dilakukan. Namun menurutnya kebanyakan dari mereka menginginkan untuk turun aksi di DPR.

"Kalau dari teman-teman itu memang mendesak untuk aksi karena itu cara yang paling baik untuk menekan presiden untuk mengeluarkan Perppu," terangnya.

Adapun terkait larangan aksi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, Abbas tidak mempersoalkan hal itu. Sebab menurutnya aksi dilakukan bukan meminta izin dari aparat melaikan hanya pemberitahuan.

"Ya kita semakin dilarang semakin kita mau melakukan itu. Karena prinsipnya aksi itu bukan perizinan tapi pemberitahuan," tukasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini