nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Legislator Bengkalis Dipanggil KPK Terkait Suap Proyek Jalan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 10:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 15 337 2117018 5-legislator-bengkalis-dipanggil-kpk-terkait-suap-proyek-jalan-PNU4B5XJfN.jpg Juru Bicara KPK, Febri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lima anggota DPRD Bengkalis dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini. KPK memanggil lima legislator Bengkalis untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap proyek multiyears pembangunan jalan Duri - Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

Kelimanya yakni terdiri dari dua anggota DPRD Bengkalis terpilih, Heru Wahyudi Fraksi PAN dan Hendri HS Fraksi Golkar. Sedangkan tiga lainnya yakni mantan anggota DPRD Bengkalis, Daud Gultom dan James Rocky P Rumanjar dari Fraksi Partai Damai Sejahtera, serta Misran Hamid Fraksi PDI-Perjuangan.

"Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AMU (Amril Mukminin Bupati Bengkalis)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (15/10/2019).

KPK

Baca Juga: Usut Korupsi Proyek Jalan, KPK Periksa 5 Eks Anggota DPRD Bengkalis

Sebelumnya, KPK menduga ada uang suap proyek multi years pembangunan jalan Duri – Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis yang mengalir ke mantan anggota DPRD Bengkalis. Hal itu terungkap dari materi pemeriksaan tiga mantan anggota DPRD Bengkalis, pada Rabu, 9 Oktober 2019, lalu.

Tiga mantan anggota DPRD Bengkalis yang diperiksa sebagai saksi pada saat itu yakni,Musliadi dari Fraksi PKB; Indra Gunawan Eet dari Fraksi Golkar; dan Iskandar Budiman dari Fraksi Golkar. Penyidik mendalami aliran uang suap ke tiga mantan anggota DPRD Bengkalis tersebut.

‎"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait penerimaan uang untuk pengesahan anggaran proyek jalan di Bengkalis," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Rabu, 9 Oktober 2019.‎

Sejauh ini, KPK baru menetapkan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi proyek multi years pembangunan jalan Duri-Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis. Amril diduga sebagai pihak penerima suap dan gratifikasi dari proyek multi years di Bengkalis.

Dalam perkara ini, Amril Mukminin diduga telah menerima Rp2,5 miliar sebelum menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir untuk memuluskan anggaran proyek peningkatan jalan Duri-Sei Pakning multi years tahun 2017-2019.

Amril kembali menerima uang dari pihak PT CGA sebesar Rp3,1 miliar dalam bentuk dollar Singapura ketika menjabat Bupati Bengkalis. Uang tersebut diberikan oleh pihak PT CGA ke Amril dalam rentang waktu Juni dan Juli 2017.

Bupati Bengkalis

Amril diduga telah menerima uang dengan total nilai Rp5,6 miliar baik sebelum atau ketika menjabat sebagai Bupati Bengkalis. Uang tersebut disinyalir berasal dari PT CGA untuk memuluskan proyek peningkatan Jalan Duri-Sei Pakning multi years.

Atas perbuatannya, Amril disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b dan Pasal 12 B atau Pasal 11 atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini