nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Napi Teroris Asal Tasikmalaya Meninggal di Lapas Nusakambangan

Senin 14 Oktober 2019 15:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 14 337 2116673 napi-teroris-asal-tasikmalaya-meninggal-di-lapas-nusakambangan-JSVvdOQQP2.JPG Napi teroris meninggal dunia di Lapas Nusakambangan. (Foto: Asep Juhariyono/iNews)

TASIKMALAYA – Narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), Reza Nurjamil (22) meninggal dunia. Reza yang berasal dari Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) meninggal karena sakit.

Sebagaimana diberitakan iNews.id, warga Bojongsari, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya itu meninggal pada hari Minggu 13 Oktober 2019. Jenazahnya telah tiba di rumah duka Senin (14/10/2019) pagi. Usai disalatkan di masjid setempat, jenazah Reza langsung dimakamkan di pemakaman umum yang tidak jauh dari rumahnya.

Menurut ayah Reza, Iin Tahjudin (59), putranya meninggal akibat sakit dan sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat RSUD Cilacap. Informasi yang dia peroleh, Reza muntah-muntah sebelum akhirnya meninggal dunia.

“Dia sakit dua hari, muntah-muntah, dan sempat dirawat di rumah sakit di sana. Saya prihatin juga, tapi ini sudah takdir dari Allah,” kata Iin Tahjudin.

Anak kedua dari lima bersaudara itu ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pada Januari 2018 lalu di Kalimantan Utara karena terlibat kasus terorisme.

Baca juga: 5 Napi Teroris Lapas Gunung Sindur Dipindah ke Nusakambangan

Menurut ayahnya, setelah lulus sekolah di salah satu SMK di Kota Tasikmalaya, Reza membantunya berjualan pakaian di Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Dia kemudian bersama teman-temannya pergi ke Kalimantan untuk berjualan parfum, hingga akhirnya ditangkap Densus 88.

Setelah ditangkap, Reza kemudian menjalani persidangan dan divonis empat tahun penjara. Dia menjalani hukumannya di Lapas Kelas II A Pasir Putih, Nusakambangan. “Dia baru hampir setahun di sana dari vonisnya empat tahun,” ujarnya.

Orang tua Reza mengakui semasa masih tinggal bersama mereka, Reza dikenal rajin salat, rajin berpuasa dan mengaji di masjid yang berada di belakang rumahnya. Namun, pemuda itu tidak mudah bergaul.

“Dia rajin ngaji, rajin puasa, enggak banyak gaul dan enggak banyak ngomong orangnya,” kata Iin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini