Andi Arief Khawatir Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh Hidupkan Lagi Demokrasi Terpimpin

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 14 Oktober 2019 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 14 337 2116601 andi-arief-khawatir-pertemuan-prabowo-dan-surya-paloh-hidupkan-lagi-demokrasi-terpimpin-IKkMqsIZ17.jpg Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief (foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di kediamannya pada Minggu 13 Oktober 2019 malam. Usai bertemu, Ketua Umum Nasdem tersebut mengatakan tidak masalah jika Gerindra mau gabung dengan koalisi.

Namun, pertemuan kedua pimpinan partai politik (parpol) pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tersebut disorot tajam oleh Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. Aktivis 98 yang pernah diculik Tim Mawar itu khawatir demokrasi terpimpin akan hidup kembali seperti sebelum era reformasi.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dengan Surya Paloh Dinilai untuk Minta Restu Masuk Koalisi Jokowi 

Andi Arief Berkicau di Twitter Tanggapi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh (foto: Twitter/Ist)

"Semoga kekhawatiran saya soal cita2 Prabowo menghidupkan demokrasi terpimpin tidak terjadi. Saya betul-betul khawatir, apalagi beliau sering pragmatis seperti Surya Paloh," kicau Andi Arief di akun Twitter @AndiArief__, Senin (14/10/2019).

Andi juga meminta agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menyelamatkan Indonesia dari upaya demokrasi terpimpin yang diinisiasi tokoh dan kekuatan politik yang dapat memundurkan sistem demokrasi di Indonesia.

"Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa menyelamatkan jalan demokrasi yang benar menghadapi rencana demokrasi terpimpin ala Pak Prabowo, Surya Paloh dan beberapa kekuatan politik lainnya. Mereka menikmati demokrasi untuk memundurkannya," tulis @AndiArief__.

Andi Arief Berkicau di Twitter Tanggapi Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh (foto: Twitter/Ist)	 

Dia kembali berkomentar soal pertemuan Prabowo dan Surya Paloh, kemarin. "Mereka tidak akan timbul tenggelam bersama rakyat, mereka timbul tenggelam dengan cita-cita kediktatoran," cuit @AndiArief__

Namun, menurut Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo Subianto membahas peluang partai berlambang Garuda itu masuk dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

"Biasa silaturahmi kebangsaan. Selain ,itu tentu ada lobi-lobianlah ya, terkait ingin masuknya Gerindra ke partai koalisi. Tentu kan partai koalisi harus satu suara," ucap Irma kepada Okezone, Minggu 13 Oktober 2019.

Menurut Irma, pertemuan tersebut merupakan sesuatu hal yang wajar dilakukan Partai Gerindra. Pertemuan itu juga membuka komunikasi antara Surya Paloh dengan Prabowo.

Dia menyiratkan, pihaknya tidak masalah Gerindra bergabung dengan koalisi jika memang menjadi keputusan bersama. Meski begitu, ia menegaskan, jika jadi bergabung, Gerindra harus menjaga komitmennya di dalam koalisi.

"Tapi, kalau memang itu jadi keputusan bersama dan punya komitmen yang baik, tidak menjadi duri dalam daging ke depan, saya rasa itu juga bagus. Tidak ada masalah, yang penting komitmen," ujar Irma.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Surya Paloh, Nasdem: Lobi Bahas Gerindra Masuk Koalisi Jokowi 

Oleh sebab itu, jika akhirnya Gerindra bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma’ruf, Irma berharap program-program yang telah dicanangkan oleh Jokowi dapat terlaksana dan membuat Indonesia menjadi lebih baik.

"Artinya cita-cita dari 5 program pemerintah itu harus terlaksana dengan baik demi Indonesia ke depan. Jadi ya memang harus dikerjakan secara bersama-sama, dalam satu misi dan visi yang selaras, seimbang," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini