nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PKB Siapkan Kader Terbaik untuk Jadi Menteri Jokowi-Ma'ruf

Taufik Budi, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 23:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 13 337 2116442 pkb-siapkan-kader-terbaik-untuk-jadi-menteri-jokowi-ma-ruf-fZsnZwILu4.jpg Jokowi-Ma'ruf Amin. (Dok Okezone.com)

SEMARANG – Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober, PKB mulai menyinggung komposisi kabinet yang akan disusun Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Ketua DPP PKB Bidang Pendidikan dan Pesantren KH M Yusuf Chudlori menegaskan, PKB siap untuk diajak bicara tentang komposisi kabinet dan menyiapkan kader terbaiknya untuk duduk di kursi menteri.

Kalau PKB menyinggung kabinet, kata pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu, sangat wajar karena PKB adalah Partai Pengusung Jokowi dan KH Ma’ruf Amin. Bahkan Gus Yusuf menyatakan, PKB menjadi faktor penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf, khususnya di Jateng dan Jatim.

“Dalam koalisi itu, PKB tidak hanya sebatas pengusung, tetapi sangat terasa struktur dan caleg caleg PKB bergerak masif untuk memenangkan Jokowi dan Kiai Ma’ruf. Terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, PKB menjadi salah satu faktor penentu kemenangan Pak Jokowi,” kata Gus Yusuf, di Kantor PW NU Jateng, baru baru ini.

Ia menambahkan, kerja keras Jaringan Perempuan NU juga menjadi penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf. “Ini diakui oleh para pengamat politik, dengan membandingkan hasil Pilgub 2018,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya, PKB juga berperan menangkal terhadap isu-isu yang menimpa Jokowi saat pilpres.

“Seperti kita tahu, menjelang pilpres suasana pembelahan masyarakat sangat terasa, bahkan menjurus perpecahan dengan isu sara dan ras. Nah, dengan hadir di pondok pesantren, secara otomatis menepis Isu negatif yang menimpa Pak Jokowi. Bahkan kiai PKB itu dalam setiap pengajiannya, enggak pernah capek menjelaskan sosok Pak Jokowi dan prestasinya serta menangkal isu-isu negatif. Saya kira Pak Jokowi paham ini,” ujarnya.

PKB

Hasil Rekapitulasi KPU untuk Pilpres di Jateng, Jokowi-Ma'ruf memperoleh 16.825.511 suara atau 77,29 persen suara sah. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 4.944.447 suara atau 22,71 persen. Ada selisih 11.881.064 suara antara Paslon 01 dan Paslon 02.

Jika dibandingkan Pemilu 2014, ucap Gus Yusuf, jelas sangat signifikan kenaikannya di Jateng. Saat itu suara Jokowi-JK mencapai 12.959.540. Sedangkan perolehan Prabowo-Hatta 6.485.720 suara. Selisihnya mencapai 6.473.820 suara.

Soal jatah menteri untuk PKB, Gus Yusuf menjelaskan, PKB merasionalisasi dukungan kerja keras PKB dengan alokasi kursi menteri.

“Tahun 2014, PKB mendapat 4 kursi. Kalau hari ini diberi 5 menteri, saya kira wajar dan logis. Saya optimis Pak Jokowi menaruh perhatian terhadap peran PKB dan jatah menteri untuk PKB,” ucapnya.

Dia juga menyampaikan, sebaiknya partai koalisi juga diajak bicara terkait figur menteri, terutama yang merepresentasikan kader partai.

Jika PKB diberi jatah 4-5 menteri, tentu nama-nama figurnya atas rekomendasi Ketua Umum DPP PKB. “Memang soal menteri prerogratif presiden. Kapi kalau kader partai sebaiknya merupakan rekomendasi dan perintah dari Ketua Partai. Kalau PKB ya harus atas perintah Ketum PKB. Ini akan lebih bisa dikontrol program-program nya kelak,” tutur Ketua DPW PKB Jateng ini.

Gus Yusuf menambahkan, setelah pelantikan, Presiden harus secepatnya mengimplementasikan UU Pesantren. Menurutnyalahirnya UU merupakan kesepakatan antara DPR dan Pemerintah. Setelah ditetapkan tentu menjadi ranah Presiden untuk melaksanakan UU itu.


Baca Juga : PAN Beri Sinyal Akan Tetap Bersama PKS Menjadi Oposisi

Salah satu ukuran Presiden serius melaksanakan UU Pesantren adalah dengan memilih figur Menteri Agama (Menag) yang paham soal pesantren. “Menag harus memiliki kultur dan ilmu tentang pesantren. Figurnya harus mempunyai suasana kebatinan yang pas dengan pesantren,” ucapnya.


Baca Juga : Soal Kabinet Baru, KH Ma'ruf Amin : Masih Disempurnakan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini