nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diduga Terlibat Penusukan Wiranto, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Bekasi

Minggu 13 Oktober 2019 18:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 13 337 2116394 diduga-terlibat-penusukan-wiranto-densus-88-tangkap-terduga-teroris-di-bekasi-VXJ1BVBBwi.jpg Tim Densus 88 tangkap terduga teroris di Bekasi (Foto : iNews/Didit)

BEKASI - Terduga teroris kelompok Jaringan Anshorut Daulah (JAD) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polsek Tambun dalam sebuah penggerebekan di rumah kontrakan Kampung Rawa Kalong, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) sore.

Terduga teroris berinisial HA itu ditangkap saat hendak pulang ke rumah kontrakannya.

Dalam penggerebekan tersebut petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya buku-buku berisi ajaran jihad dan khilafah, serta paku dan rangkaian kabel diduga untuk merakit bom.

Sejumlah barang bukti diamankan polisi dalam penggerebekan kontrakan terduga teroris di Bekasi (Foto : iNews.id/Didit)

Terduga teroris tersebut diduga masuk jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan terlibat dalam penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.

Kapolsek Tambun, Kompol Siswo mengatakan, HA diketahui anak Noval Agus Syafroni yang lebih dulu menyerahkan diri ke polisi di Lampung sebelum rumahnya digerebek.

“Informasinya demikian (masuk jaringan JAD), tapi masih dalam pengembangan. Mereka ini juga masih dalam kelompok yang melakukan aksi penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto,” katanya seperti dilansir dari iNews.id.

Rumah terduga teroris di Bekasi dipasang garis polisi (Foto : iNews.id/Didit)

Baca Juga : Tangkal Radikalisme dengan Kemampuan Berpikir Kritis

Dalam proses penggerebekan tersebut, tim Densus harus mendobrak pintu secara paksa lantaran kondisi pintu terkunci. Penggerebekan disaksikan ketua RT dan warga sekitar. “Rumah ini dihuni tiga orang. Suami istri dan satu anak,” katanya.

Dari keterangan warga dan tetangga, terduga pelaku ini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi. “Saya kurang tahu persis. Orangnya jarang bertetangga. Dia juga baru di sini sekitar tiga bulanan,” kata Agus Suanto, tetangga kontrakan terduga pelaku teroris.

(DNA)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini