nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan Sekjennya yang Jadi Tersangka

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 13 Oktober 2019 17:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 13 337 2116383 pa-212-ajukan-penangguhan-penahanan-sekjennya-yang-jadi-tersangka-ZJ1wzc4UL2.jpg PA 212 ajukan penangguhan penahanan Sekjennya yang ditetapkan tersangka kasus penganiayaan (Foto : Okezone.com/Rizky)

JAKARTA - Ketua Umum Presidium Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya tengah menyiapkan pembelaan untuk Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan penculikan Ninoy Karundeng.

Tak tanggung-tanggung, pihaknya menyiapkan seratus pengacara untuk memberikan pendampingan hukum kepada Ninoy.

"Kita akan dampingi secara hukum dan kita telah siapkan 100 lawyer nanti untuk Ustadz Bernad dan aktivis lainnya," kata Slamet di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Ninoy Karundeng (Foto : Istimewa)

Slamet juga mengatakan, telah mengajukan surat penangguhan penahanan terhadap Bernard. Surat itu telah dikirim pada Rabu 9 Oktober 2019 lali.

"Kita juga telah lakukan penangguhan penahanan karena medis beliau, kondisi beliau juga dalam kondisi sakit, mesti kontrol seminggi tiga kali ke dokter. Jadi kita akan ajukan, semoga ada hasilnya," kata Slamet.

Menurutnya, Bernard tidak melakukan penganiayaan terhadap Ninoy Karundeng, justru Bernard lah yang berusaha keras menyelamatkan Ninoy dari amukan massa.

"Tidak ada sentuhan fisik sama sekali yang dilakukan oleh beliau. Beliau betul-betul menyelematkan Ninoy dari amukan massa yang ada di luar. Karena dari informasi yang kita dapat pemukulan itu di luar, di masjid itu diamankan dari DKM masjid," terangnya.

Baca Juga : PA 212 Siapkan 100 Pengacara Bela Sekjennya di Kasus Ninoy Karundeng

Baca Juga : Dijenguk Ma'ruf Amin, Wiranto Cerita soal Detik-Detik Penusukan

Slamet meminta agar pihak kepolisian membuka rekaman CCTV yang berada disekitar Masjid Al-Falah dimana peristiwa itu terjadi. Dengan begitu menurutnya bisa terlihat siapa saja dan apa yang terjadi pada saat itu.

"Kita minta kepada pihak kepolisian untuk membuka CCTV bahwa Ninoy datang ke situ mengendari sepeda motor. Dia datang dengan sepeda motornya. Sekaligus juga dibuka juga CCTV-nya videonya siapa orang yang menggandeng Ninoy, kemudian menunjukan identitas Ninoy dan mengatakan ini cebong, ini mata-mata, dan sebagainya. Ini kan penyebab yang memancing, tapi sampai kini kita belum melihat," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini