Menag Tegaskan Santri Merupakan Duta Perdamaian

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 13 Oktober 2019 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 13 337 2116269 menag-tegaskan-santri-merupakan-duta-perdamaian-6hNVbUP60T.jpg Menag Lukman Hakim Saifuddin berbicara di acara Parade Santri Cinta Damai. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta santri konsisten pada identitas diri yang selama ini ditampilkan. Ia mengatakan santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam karena dari akar kata 'salam' yang artinya kedamaian.

"Itulah inti jiwa santri," kata Menag saat berpidato dalam acara Parade Santri Cinta Damai di arena car free day (CFD), kawasan Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Baca juga: Parade Hari Santri, Menag Ikut Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa 

Maka itu, lanjut Menag, santri merupakan duta yang menebarkan perdamaian kepada siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Ia juga mengingatkan tentang identitas santri yang harus selalu ditampilkan dalam kehidupan beragama dan bernegara.

Parade Hari Santri 2019 di Kemenag. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Menag mengatakan, negara sudah sering menghadapi bahaya disintegrasi dan intoleransi. Sementara santri telah berperan dengan baik menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dia mengungkapkan, santri memiliki tiga ciri khas. Pertama, menghargai perbedaan. "Sejak hari pertama mondok, santri sudah berhadapan dengan kemajemukan," katanya.

Baca juga: Menag: Santri Miliki Peran yang Tidak Berkesudahan dalam Menangkal Radikalisme 

Menag mengatakan, menghargai dan menghormati itu tidak tidak berarti membenarkan, apalagi mendukung.

Ciri santri yang kedua adalah memiliki kecintaan luar biasa kepada Tanah Air.

Mengutip firman Allah Subhanahu wa ta'ala, Menag mengatakan, "Wanafahtu fihi min ruhi," yang artinya Allah telah menitipkan ruhnya pada diri setiap manusia. Maka sekeras dan setajam apa pun perbedaan kita, jangan sampai merobek nilai kemanusiaan yang ada.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kanaruddin Amin menambahkan, rangkaian peringatan Hari Santri 2019 ini bukan untuk santri sendiri, tetapi menabalkan prinsip Islam moderat.

"Santri tidak hanya kuat dalam religiusitas, tetapi juga hebat dalam rasa nasionalisme," katanya, "Untuk menjaga hal itu, negara perlu hadir, menjaga, dan memupuknya."

Baca juga: Hari Santri 2019, Menag Usung Tema 'Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia' 

Parade Santri Cinta Damai ini dihadiri 5.000 santri dari berbagai daerah. Selain acara panggung diserai parade santri di arena CFD, ada juga pengibaran bendera merah putih sepanjang 740 meter.

Parade Hari Santri 2019 di Kemenag. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Setelah seremoni, pengunjung mendapat tausiah dari KH Miftah Maulana Habiburahman dan panggung salawat.

Baca juga: Peringati Hari Santri, Menag Bersyukur UU Pesantren Disahkan 

Hari Santri ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Parade hari santri diinisiasi oleh Kementerian Agama untuk meneguhkan posisi kaum santri di garda terdepan menyuarakan perdamaian di tengah maraknya pertikaian, konflik, dan peperangan di berbagai belahan dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini