Share

Parade Hari Santri, Menag Ikut Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 13 Oktober 2019 09:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 13 337 2116260 parade-hari-santri-menag-ikut-bentangkan-bendera-merah-putih-raksasa-w6TN08DYLY.jpg Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama para santri membentangkan bendera merah putih ukuran besar. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri acara Parade Santri Cinta Damai di area car free day (CFD), kawasan Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019). Berdasarkan pantauan Okezone, Menag beserta para santri ikut membentangkan bendera merah putih raksasa sepanjang 740 meter.

Dalam kesemapatan itu, Menag juga meminta para santri konsisten pada identitas diri yang selama ini ditampilkan. "Santri adalah pribadi yang mendalami agama Islam. Dari akar kata 'salam' yang artinya kedamaian. Itulah inti jiwa santri," ujar Menag di lokasi kegiatan.

Baca juga: Hari Santri 2019, Menag Usung Tema 'Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia' 

Parade Hari Santri 2019 di Kemenag. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Ia mengatakan santri merupakan duta perdamaian. Nilai-nilai kebaikan ini mesti disebarluaskan kepada khalayak, khususnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menag menuturkan bahwa santri mesti berperan menjaga persatuan bangsa di tengah kewaspadaan terhadap disintegrasi dan intoleransi. "Maka sekeras dan setajam apa pun perbedaan kita, jangan sampai merobek nilai kemanusiaan yang ada," ucapnya.

Baca juga: Peringati Hari Santri, Menag Bersyukur UU Pesantren Disahkan 

Parade Hari Santri 2019 di Kemenag. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

Peringatan Hari Santri 2019 ini dihadiri 5.000 santri dari berbagai daerah. Acara juga dilanjutkan dengan membentangkan bendera merah putih raksasa sepanjang 740 meter. Setelah seremoni, pengunjung mendapat tausiah dan panggung salawat.

Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Parade Hari Santri diinisiasi oleh Kementerian Agama untuk meneguhkan posisi kaum santri di garda terdepan menyuarakan perdamaian di tengah maraknya pertikaian, konflik, dan peperangan di berbagai belahan dunia.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini