nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PPP Yakin Bergabungnya Oposisi ke Pemerintah Tak Bikin Parlemen Lembek

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 18:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2116132 ppp-yakin-bergabungnya-oposisi-ke-pemerintah-tak-bikin-parlemen-lembek-Uix4e4UH7U.JPG Wasekjen PPP Ahmad Baidowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sinyal Partai Demokrat dan Gerindra akan bergabung dalam koalisi pemerintahan semakin menguat. Hal itu menimbulkan kekhawatiran, tak ada oposisi akan membuat tak adanya check and balance terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). 

Kekhawatiran itu ditepis Wasekjen PPP Ahmad Baidowi. Parlemen tak akan lembek, karena masuknya partai oposisi ke koalisi Jokowi tidak akan menghilangkan sikap kritis dari parlemen kepada pemerintahan.

"Bahwa ada satu atau dua partai yang ikut masuk ke kabinet dan menjadi pendukung Pak Jokowi itu dominan, itu tidak menghilangkan kritis dari parlemen," tutur Baidowi dalam diskusi Polemik MNC Trijaya Network bertajuk Peta Politik Usai "Pesta" di Parlemen, di d'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2019).

Baca Juga: NasDem: Pemerintah Butuh Oposisi yang Elegan!

Jokowi-Maruf Amin

Menurut pria yang biasa disapa Awiek ini politik itu cair. Karena itu, dia menilai masuknya partai oposisi menjadi bagian dari pemerintahan tidak perlu dipermasalahkan. Apalagi, sama-sama mempunyai tujuan membangun keharmonisan bangsa.

"Perlu kami tegaskan bahwa politik itu perbedaan pendapat biasa saja, tetapi membangun keharmonisan bangsa menjadi hal yang utama. Berbeda sikap, berbeda politik, berbeda pilihan itu biasa saja, tetapi tidak boleh saling bermusuhan," ujar dia.

PPP mengakui diperlukan pihak yang melakukan check and balances berupa oposisi untuk mengawasi pemerintahan Jokowi di periode keduanya. "Terkait dengan komposisi pemerintahan ke depan, kami tetap berharap check and balances tetap ada," ujarnya.

Sinyal bergabungnya koalisi kian menguat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana, Jakarta.

Baca Juga: Jika Gerindra Masuk Kabinet, Surya Paloh Legawa Tak Dapat Jatah 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini