nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YLBHI Siap Bantu Keluarga Usut Kematian Akbar Alamsyah

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 08:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115998 ylbhi-siap-bantu-keluarga-usut-kematian-akbar-alamsyah-xgnxLDEqV9.jpg

JAKARTA - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) siap membantu pihak keluarga untuk mengusut kematian Akbar Alamsyah (19). Akbar Alamsyah merupakan korban kerusuhan demo pelajar di sekitaran Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, pada 25 September 2019, lalu.

"Kalau keluarga bersedia, kami siap,"‎ tegas Ketua YLBHI, Asfinawati kepada Okezone, Sabtu (12/10/2019).

Sementara itu, kakak kandung Akbar Alamsyah, Fitri Rahmayani menginginkan adanya pengusutan terhadap kejanggalan-kejanggalan kematian adiknya. Akbar diduga meninggal dalam keadaan tidak wajar dengan beberapa luka di bagian tubuhnya.

Baca Juga: Keluarga Siap Terima Bantuan Hukum Usut Penyebab Kematian Akbar Alamsyah

"Kepengen banget (mengusut) soal kejanggalan Akbar sampai tuntas, cuma masih dalam rundingan keluarga dulu," kata Fitri dikonfirmasi terpisah.

Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan bantuan hukum terkait tewasnya Akbar Alamsyah. ‎Pihak keluarga ingin mengetahui siapa orang yang membunuh Akbar Alamsyah. Sebab, pihak keluarga meyakini Akbar tewas bukan karena terjatuh dari pagar.

Sebelumnya, Akbar Alamsyah dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 10 Oktober 2019, usai menjalani perawatan sekira seminggu lebih di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Akbar Alamsyah

Awalnya, Akbar sempat dikabarkan hilang usai aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan di kawasan Gedung DPR pada 25 September 2019. Belakangan, ia ditemukan dalam kondisi luka-luka dan tak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke RS Polri.

Keluarga baru mengetahui dan bisa melihat kondisi Akbar dalam keadaan kritis di RS Polri. Setelah itu Akbar dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk menjalani perawatan.

Kabar hilangnya Akbar sebelumnya disampaikan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Mereka menemukan ada satu orang lagi korban yang diduga mendapat kekerasan saat demo di DPR pada 25 September 2019.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra mengklaim pihaknya telah memeriksa saksi terkait tewasnya Akbar.

Berdasarkan keterangan saksi, Akbar tengah berusaha menghindari kericuhan pada saat aksi tersebut dengan melompati pagar di depan DPR. Sayangnya saat itu korban terjatuh hingga terluka.

"Kita sudah temukan saksi bahwa yang bersangkutan jatuh pada saat melompati pagar tersebut," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini