nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pungli Sulit Dihapus karena Pelaku dan Korban Sama-Sama "Menikmati"

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 12:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115968 pungli-sulit-dihapus-karena-pelaku-dan-korban-sama-sama-menikmati-sIBG77SlHp.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Pengamat sosial Intan Erlita mengatakan, pungutan liar (pungli) selalu lahir karena masih banyak masyarakat yang tidak mau mengikuti prosedur yang sudah ada. Apalagi, masyarakat Indonesia terbiasa dilayani dan selalu mau hal yang instan saat mengurus sesuatu.

"Ditambah banyak oknum yang memang memanfaatkan situasi ini dengan bayaran di luar aturan yang sudah ditetapkan," kata Intan kepada Okezone, Sabtu (12/10/2019).

Menurut Intan, sulitnya pemerintah menghapuskan pungli karena saat ini sudah banyak pihak yang "menikmati" kenyamanan dari hasil uang pungli meskipun sudah tahu bahwa yang dilakukannya salah.

Lipsus Pungli

"Namun harus dipahami segala sesuatu yang di luar aturan pasti akan ada sanksinya. Dimanapun areanya ketika kita tidak mengikuti aturan pasti ada sanksi nya," ucap Intan.

Intan menerangkan, pungli bisa terus ada karena hukum tidak berjalan dengan baik, ketika banyak yang melanggar namun tidak diberlakukan hukumannya secara maksimal. Ia pun mendorong pelaku pungli dihukum maksimal agar memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya.

"Karena ketika sebuah sanksi diberlakukan maka untuk yang lain bisa menjadi pembelajaran dan bisa juga menjadi efek jera bagi para pelakunya," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini