nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tanah Abang dan Senen, Surganya Pungli Berkedok "Pak Ogah"

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 12:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115967 tanah-abang-dan-senen-surganya-pungli-berkedok-pak-ogah-qkdB97qfAI.jpg Viral aksi Pak Ogah di Tanah Abang keroyokan minta uang ke pengemudi (Foto: Ist)

JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat memberantas aksi pungutan liar (Pungli) berkedok "Pak Ogah" di kawasan Tanah Abang, dan Senen Jakarta Pusat.

Kasubag Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Purwadi mengaku cara-cara pemberantas pungli di kawasan tersebut.

"Kita terus pantau daerah itu," katanya kepada Okezone.

Beberapa cara agar zona pungli bisa benar-benar bersih, jelas Purwadi, pertama Polres Jakarta Pusat menerjunkan polisi yang tidak berseragam.

"Polisi yang tidak berseragam sudah diterjunkan," ucapnya.

Lipsus Pungli

Kemudian, petugas yang berseragam lengkap juga selalu melakukan patroli di kawasan yang sering dijadikan lahan basah para pak ogah.

"Kemudian dari lantas, ataupun satuan lainnya melakukan patroli," bebernya.

Dari upaya tersebut, Purwadi mengaku berhasil, sebab setelah adanya operasi tertutup dan terbuka secara rutin sudah tidak ada laporan atas aksi pungli.

"Sampai sekarang, alhamdulillah sudah tidak ada laporan lagi," ucapnya.

Untuk diketahui, Kawasan Tanah Abang, tepatnya di Pasar Tasik, Blok F, Tanah Abang menjadi surga para pemalak yang berkedok "Pak Ogah".

Modus yang dilakukan "Pak Ogah", mereka melakukan secara berkelompok kemudian berpura-pura mengatur jalan para pedagang maupun konsumen yang baru keluar dari pasar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata para pemalak itu datang dari berbagai daerah. Salah satu pemalak yang berhasil diamankan petugas, S yang diketahui warga di luar Jakarta sengaja datang ke Tanah Abang untuk jadi pak Ogah musiman.

"Saya dari Tangerang, saya ngatur mobil keluar hanya setiap hari Jumat, karena ada pasar Tasik," ucapnya.

Dari setiap kali dirinya beraksi, S mengaku mendapat Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per jamnya. "Kalau dihitung satu mobil sih paling Rp 2 ribu atau Rp 3 ribu, kalau satu jam bisa nyampe Rp 20 ribuan," bebernya.

Beruntung, dari aksi mereka yang sudah berjalan bertahun-tahun, akhirnya seorang nitizen memviralkan aksi para pemalak berkedok "Pak Ogah". Kurang dari 24 Jam Polres Metro Jakarta Pusat menangkap S dan tiga teman lainnya yakni N, T dan MI.

"Berawal dari viralnya aksi mereka di medsos dan adanya laporan, kami langsung bergerak dan kami berhasil menangkap para pelaku," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan.

Tidak berhenti di situ, Polsek Metro Tanah Abang yang dibantu Polres Metro Jakarta Pusat. Melakukan pengembangan, sehingga para pelaku lainnya yakni LB, IU, AT, R, H dan SH.

Namun, Polisi hanya menahan S, N, T dan MI pasalnya keempat orang tersebut melakukan intimidasi terhadap pedagang dan pembeli di Pasar Tasik, Blok F, Tanah Abang.

"Pelaku peminta uang jago, S, N, T dan MI ditetapkan tersangka dan akan dijerat dengan Pasal 368 tentang Pemerasan dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara, namun ke enam orang itu, kami akan serahkan ke Dinsos," tuturnya

Selain di Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat kembali mengobrak-abrik sarang para pemalak di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Kala itu, Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan 20 anggota Reserse Mobile Polres Metro Jakarta Pusat. Tidak lebih dari tiga jam, 55 yang diduga preman berhasil terjaring.

“Kami tangkap 55 orang diduga preman dengan tidak beridentitas dan kedapatan sedang meminta terhadap pengendara roda empat maupun motor,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengimbau, jika masyarakat menemukan atau menjadi korban pemalakan. Pihaknya meminta untuk meraporkan kepada pihak yang berwajib.

"Jangan takut. Laporkan segera ke pihak yang berwajib," tutup Purwadi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini