nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sopir Ini Ceritakan Bagaimana Pungli Jalanan Bertransformasi Jadi Bajing Loncat

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 10:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115962 sopir-ini-ceritakan-bagaimana-pungli-jalanan-bertransformasi-jadi-bajing-loncat-VF0UnvVWdd.jpg Horor Pungli di Macan Lindungan Palembang (Foto: Ist)

PALEMBANG - Oknum pemalak maupun bajing loncat yang berada di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Indralaya - Palembang seolah tak kenal waktu saat melancarkan aksi. Entah ingin menantang pihak kepolisian atau keberingasan warga yang jengah atas tindakan yang merugikan orang lain, namun tetap saja mereka lakukan.

Salah satu korban dari pemalak dan bajing loncat tersebut yakni Fendi, warga Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dia yang setiap hari sabtu malam mengenderai mobil pick-up ke Palembang untuk berniaga sering diganggu oleh pemalak dan bajing loncat.

Meskipun kondisi barang sudah ditutupi terpal, tak membuat ciut para bajing loncat. Bahkan mereka nekat memanjat ke atas mobil supaya lebih leluasa mengambil barang.

Lipsus Pungli

"Saat jalan tol Palembang-Indralaya belum diresmikan saya pernah berurusan dengan bajing loncat. Waktu itu muatan di mobil pick-up saya penuh dengan barang yang akan saya jual. Saya lihat dari kaca spion saya," ucap Fendi kepada Okezone.

Tak mau rugi, Fendi yang mengetahui aksi bajing loncat ini kemudian mempercepat laju kendaraan. Tak mau kehilangan target, para pelaku yang mengendarai satu sepeda motor itu terus mengejar mobil Fendi.

Masih dikatakan oleh Fendi, saat pelaku sudah mendekati mobil dan berhasil meraih bodi belakang, Fendi seketika mengerem hal tersebut membuat motor pelaku menabrak belakang mobil, sedangkan pelaku lainnya karena kondisi memegang body pick-up ikut terseret beberapa meter.

"Saya selamat karena mengerem mendadak. Pelaku yang kewalahan tidak mengejar. Alhamdulillah saya dan istri yang saat itu menemani saya bisa sampai ke rumah," tutur Fendi.

Selain pernah berurusan dengan bajing loncat, Fendi juga mengaku pernah dipalak oleh oknum juru parkir. Biaya Parkir yang ditetapkan oleh pemerintah di tangan oknum bisa berubah menjadi berkali-kali lipat.

"Mestinya kan Rp 2 Ribu, tetapi di beberapa titik seperti Pasar Jakabaring, dan Pasar 16 Palembang menjadi Rp 10 Ribu hingga Rp 15 Ribu. Kalau ke Palembang siap-siap saja uang parkir yang banyak karena dalam sekali parkir bisa 1 hingga 2 kali ditagih oleh oknum tersebut," kata Fendi.

Menurut informasi dari Fendi, titik rawan Bajing Loncat dan pemalak yakni di kawasan Musi II Palembang atau yang lebih dikenal Macan Lindungan, Jakabaring dan sepanjang jalur Palembang Indralaya.

"Di Macan Lindungan alhamdulillah saya tidak pernah kena (dipalak) disitu. Karena menurut informasi yang saya dapat pemalak ini beraksi ke sopir truk atau sopir mobil pick-up yang mempunyai plat di luar Sumatera Selatan," tutup Fendi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini