nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pungli Jalanan Sudah Beringas, Tim Pemburu Dikerahkan

Melly Puspita, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 10:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 12 337 2115961 pungli-jalanan-sudah-beringas-tim-pemburu-dikerahkan-UeSd07MWdn.jpg Penangkapan pelaku pungli jalanan di Palembang (Foto: Okezone/Melly)

PALEMBANG - Pemalakan yang sering terjadi di wilayah Sumatera Selatan khususnya di daerah Macan Lindungan Palembang membuat para sopir truk dan masyarakat pada umumnya resah.

Saat melancarkan aksinya, para pemalak ini tak segan-segan menggunakan senjata tajam dan melukai targetnya. Bahkan bukan hanya di daerah Macan Lindungan, tukang parkir liar dalam Kota Palembang acap kali meminta uang lebih dari ketentuan dan merusak kendaraan korban jika tak dituruti.

Keresahan ini kemudian ditanggapi oleh Polda Sumatera Selatan melalui Subdit III Jatanras. Menurut Heri Kusuma Jaya alias Heri Gondrong Kepala Tim 1 Jatanras Polda Sumsel, pada awal pemberantasan pungli ini Jatanras malah dicemooh oleh berbagai pihak.

Lipsus Pungli

"Pungli ini kan sebenarnya tidak terlalu bagaimana ya, istilahnya bukan suatu momok kejahatan berat tetapi setelah saya analisa dari bawah, ternyata ini menyangkut berbagai kalangan, baik kalangan bawah sampe kalangan atas," ucap Heri Gondrong mengawali ceritanya kepada Okezone.

"Jadi kita tergerak lah untuk menyisir para pelaku pungli, karena ini kalau tidak kita tindak lanjuti akan seperti bom waktu. Pungli ini sudah bisa kita jabarkan sudah masuk dalam unsur pidana apalagi dia memakai kekerasan nah itu sudah masuk," kata Heri Gondrong.

Awal dari cemooh yang didapat oleh Tim dari Jatanras Polda Sumsel ini pada saat melakukan kegiatan rutin patroli dan menangkap para pelaku kejahatan jalanan.

Heri Gondrong

"Dulu sempat dicemooh kata-kata kurang enak, seperti itu (menangkap pelaku pungli) bukan urusan Jatanras tapi mereka tidak tau disini butuh kehadiran polisi jadi saya mengutip omongan Kapolri, Kepolisian harus hadir ditengah masyarakat," lanjut Hergon.

Masih dikatakan oleh Heri Gondrong, titik di Palembang yang paling rawan akan tindakan kriminalitas terutama pemakaian terjadi di daerah lampu merah Macan Lindungan Palembang.

Perempatan tersebut menjadi sarang pelaku pemakaian lantaran adanya lampu merah dan terjadi kemacetan pada jam-jam sibuk. Jatanras sendiri melihat pungli ini biasa menggunakan kekerasan.

"Disitu daerahnya cukup strategis. Mereka kini beraksi pada saat jam jam sibuk. Jadi mobil truk yang dari luar Palembang jalannya pelan. Modus pungli ini juga macam-macam, ada modus yang jual minuman, ada modusnya kayak pengamen ada yang terang terangan nah itu yang tidak kita harapkan,"jelas Kepala Tim Unit I Jatanras Polda Sumsel tersebut.

Bahkan, saat menjalankan aksi, para pelaku bekerja per kelompok seperti membagi kelompok dewasa,remaja dan anak-anak. Diketahui juga keberanian para pelaku ini muncul karena bukan warga asal dari daerah Macan Lindungan sendiri.

Lipsus Pungli

Penangkapan pelaku pungli tersebut masih dikatakan oleh Heri Gondrong tidak bisa dilakukan dengan instan. Tergantung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) anggota Polisi di Polsek masing-masing.

"Tergantung dengan SDM masing-masing. Dari niatnya anggota itu sendiri. Polda hanya memback-up jadi kalau kita senggang kita patroli disitu, untuk meminimalisir supaya kejahatan bisa ditekan," kata Heri.

Di Palembang, pungli dilakukan pemalak dan tukang parkir liar. Sedangkan untuk 'Pak Ogah' menurut pengamatan Unit I Jatanras Polda Sumsel tidak ada laporan atau pantauan para Pak Ogah ini meminta uang secara paksa.

"Untuk Pak Ogah di Palembang kebanyakan membantu masyarakat untuk mengatur jalan, tidak memaksa masyarakat untuk memberi uang. Untuk pak Ogah Palembang tidak terdapat tindak pidana. Kalau ada laporan pungli tetap kita proses, itu tidak dibenarkan 368 KUHP dan 170 KUHP hukuman diatas 4 tahun," tutur Heri.

Heri berpesan kepada masyarakat jika melihat atau menjadi korban Pungli supaya jangan takut untuk melapor kepada pihak berwajib di Kantor Polisi terdekat atau datang langsung ke Polda Sumsel.

"Untuk masyarakat jangan takut, kalau ada kejadian tersebut jangan segan-segan untuk foto dan laporkan ke polsek setempat. Kita berantas premanisme ini tanpa dukungan masyarakat Polisi tidak bisa," tutup Heri Gondrong.

Oiya, sekadar diketahui, untuk para sopir truk yang melintas di daerah Sumatera Selatan. Sopir yang tergabung dalam @romansasopirtruck ada komitmen dengan Jatanras Polda Sumsel untuk melaporkan kejadian-kejadian pemalakan serta menshare jika ada kasus pemalakan di wilayah Sumatera Selatan sebagai barang bukti. (kha)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini